ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonomi RI Bergejolak, 4 Gagasan Soemitro Djojohadikusumo Relevan

Rabu, 4 Juni 2025 | 20:31 WIB
AF
AD
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: AD
Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu 4 Juni 2025.
Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu 4 Juni 2025. (Beritasatu.com/Alfida Rizky Febrianna)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah berbagai gejolak yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini, sejumlah pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dinilai sangat relevan menjadi solusi. Hal ini bisa untuk menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global saat ini dan masa depan.

Ekonom sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan, dengan ekonomi tumbuh di bawah 5% diiringi gelombang PHK.

Menurutnya, gagasan Soemitro terkait ekonomi kerakyatan relevan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi.

ADVERTISEMENT

"Saya melihat ada empat pemikiran Soemitro yang mungkin masih relevan sampai saat ini dan akan terus relevan saya rasa karena beliau adalah seorang pemikir yang sangat futuristik dalam konteks pemikiran-pemikiran dan solusi yang diberikan," ungkap Teguh, dalam Soemitro Economic Forum, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Pertama adalah konsep negara hadir. Teguh menyampaikan, mendiang ayahanda Presiden Prabowo Subianto itu selalu menekankan bahwa negara harus terlibat aktif memberikan arah bagi perekonomian.

"Itu adalah kata-kata yang yang sebenarnya sederhana, tetapi Pak Mitro selalu menyampaikan, hadir dengan efektif. Bukan hanya ada, sekadar ada, tetapi effective government. Artinya, negara bukan hanya hadir dan malah merusuhi, tetapi hadir secara benar-benar efektif, bagaimana memberikan arah bagi perekonomian," terangnya.

Kedua, Teguh mengungkapkan, Soemitro selalu fokus kepada penguatan ekonomi domestik, proteksi ekonomi yang terukur, serta integrasi global secara cerdas.

"Artinya kita tidak boleh menyerahkan diri kita dalam konteks global ini. Dari sisi penguatan domestik itu diperkuat, tetapi kita jangan kita menutup diri. Kita harus tetap terbuka, untuk berintegrasi dengan global secara cerdas," jelas Teguh.

Ketiga, Soemitro juga aktif mendorong gagasan penciptaan nilai tambah. Menurutnya, hilirisasi sumber daya merupakan sebuah proses transformasi ekonomi.

"Dan yang terakhir dari setiap tulisan-tulisan Pak Mitro adalah selalu menyampaikan pentingnya penciptaan lapangan kerja, karena baginya adalah human dignity. Jadi Pak Mitro dalam karya-karyanya tidak pernah lepas dari kata-kata penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan. Menurut saya itu sangat kontekstual dengan kondisi sekarang," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

EKONOMI
Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman meski Harga Minyak Dunia US$ 100

Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman meski Harga Minyak Dunia US$ 100

EKONOMI
Pangkas Perjalanan Dinas, Efisiensi Anggaran K/L Capai Rp 130 Triliun

Pangkas Perjalanan Dinas, Efisiensi Anggaran K/L Capai Rp 130 Triliun

EKONOMI
Kerja Sama Jepang Bisa Bawa RI Lepas Middle Income Trap

Kerja Sama Jepang Bisa Bawa RI Lepas Middle Income Trap

EKONOMI
Pemerintah Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH

Pemerintah Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH

EKONOMI
Pemerintah Rilis 8 Kebijakan Efisiensi di Tengah Dinamika Geopolitik

Pemerintah Rilis 8 Kebijakan Efisiensi di Tengah Dinamika Geopolitik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon