ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Turun, Investor Pantau Tarif AS dan Kenaikan Produksi

Selasa, 8 Juli 2025 | 08:21 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai.
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. (Antara/Hafidz Mubarak A)

‎‎Jakarta, Beritasatu.com — Harga minyak mentah dunia turun tipis pada perdagangan Selasa (8/7/2025) pagi, setelah sebelumnya menguat hampir 2% pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor mencermati perkembangan baru terkait tarif impor Amerika Serikat (AS) dan keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi minyak lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus 2025.
‎
‎Dilansir dari Reuters, harga minyak Brent berjangka turun 21 sen menjadi US$ 69,37 per barel pada pukul 07.41 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 24 sen menjadi US$ 67,69 per barel.
‎
‎Penurunan ini dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump pada Senin (7/7/2025) yang kembali menekan mitra dagangnya, termasuk Korea Selatan, Jepang, serta negara-negara pengekspor kecil seperti Serbia, Thailand, dan Tunisi dengan rencana kenaikan tarif besar-besaran mulai 1 Agustus. Langkah ini menandai fase baru dalam perang dagang yang dimulai awal tahun ini.

Baca Juga: Wall Street Jatuh karena Donald Trump Tekan Mitra Dagang
‎
‎Kebijakan tarif tersebut menimbulkan ketidakpastian di pasar dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap perekonomian global, yang pada akhirnya bisa menekan permintaan minyak.
‎
‎Namun, permintaan saat ini masih menunjukkan kekuatan, khususnya di Amerika Serikat yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia.

Baca Juga: Tak Seperti IHSG, Rupiah Masih Tertekan Dolar AS
‎
‎Dari sisi suplai, pada akhir pekan lalu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ sepakat menaikkan produksi sebesar 548.000 barel per hari (bph) pada Agustus. Angka ini melampaui kenaikan 411.000 bph yang dilakukan selama tiga bulan terakhir.
‎
‎Keputusan ini menghapus hampir seluruh pemangkasan sukarela sebesar 2,2 juta bph yang diterapkan sebelumnya. Analis Goldman Sachs memperkirakan OPEC+ akan kembali menaikkan produksi sebesar 550.000 bph untuk September, yang kemungkinan akan diumumkan dalam pertemuan berikutnya pada 3 Agustus mendatang.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

EKONOMI
Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

EKONOMI
Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

EKONOMI
Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

EKONOMI
Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

EKONOMI
Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon