Harga Minyak Turun ke Bawah US$ 70 Per Barel di Tengah Isu Tarif Trump
Selasa, 8 Juli 2025 | 18:17 WIB
London, Beritasatu.com - Harga minyak dibuka turun, setelah naik hampir 2% pada sesi sebelumnya. Investor menilai perkembangan terbaru tarif Amerika Serikat (AS) dan peningkatan produksi OPEC+ yang lebih tinggi dari perkiraan telah membebani pasar.
Minyak mentah Brent berjangka turun 12 sen atau sekitar 0,2% menjadi US$ 69,46 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 25 sen atau sekira 0,4% menjadi US$ 67,68 per barel.
Presiden AS Donald Trump mulai memberi tahu mitra dagang pada bahwa tarif AS yang jauh lebih tinggi akan dimulai pada tanggal 1 Agustus, meskipun ia kemudian mengatakan bahwa tenggat waktu tersebut tidak 100% pasti.
Tarif Trump telah meningkatkan ketidakpastian di seluruh pasar, dan kekhawatiran bahwa tarif tersebut dapat berdampak negatif pada ekonomi global dan permintaan minyak.
Kelompok OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 548.000 barel per hari (bph) pada bulan Agustus, melampaui perkiraan sebesar 411.000 bph.
Namun, investor optimis menjelang periode puncak permintaan musim panas di Amerika Serikat, dengan data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS menunjukkan posisi net-long futures dan opsi mereka dalam kontrak minyak mentah.
Analis di Commerzbank memperkirakan harga Brent akan turun hingga US$ 65 per barel karena kelebihan pasokan yang biasa terjadi pada musim gugur. OPEC+ diperkirakan akan menyetujui peningkatan sekitar 550.000 barel minyak mentah per hari untuk September saat bertemu pada 3 Agustus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




