ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Furnitur Indonesia Punya Modal Kuat Bersaing di Kancah Global

Rabu, 24 September 2025 | 16:17 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pameran Furniture
Pameran Furniture (Tasya Barley/Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Bidang Kreativitas dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, menegaskan industri furnitur, kriya, dan desain interior terus menunjukkan pertumbuhan konsisten, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja serta memperkuat kinerja ekspor nasional.

“Berdasarkan data Bea Cukai dan BPS 2025, ekspor furnitur menjadi terbesar kedua dalam subsektor kriya, mencapai sekitar 12,2%. Angka itu melampaui ekspor alat musik beserta komponennya, mainan anak-anak, dan kertas,” ujar Yuke dalam pembukaan IFMAC dan WoodMac 2025 di JIExpo Kemayoran seperti dilansir dari Antara, Rabu (24/9/2025).

Yuke menambahkan, capaian tersebut menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi pusat inovasi industri kreatif di Asia sekaligus powerhouse dalam ekspor furnitur. Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah modal kuat, mulai dari basis bahan kayu dan sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik terbesar di Asia, hingga tren pertumbuhan ekspor furnitur dan produk kreatif yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

Untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai hub produksi dan inovasi furnitur, Kemenparekraf membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan global di bidang pengolahan kayu dan perangkat keras.

“Keberhasilan sektor ini hanya bisa dicapai melalui kolaborasi hexahelix antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan tentunya para investor,” jelas Yuke.

Ia menekankan pentingnya momentum pameran berskala internasional seperti International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC), International Woodworking Machinery Exhibition (WoodMac), interzum Jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI) 2025.

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar pameran dagang, tetapi juga menghadirkan business matching, host buyer program, innovation showcase, hingga knowledge sharing yang memperkuat jejaring serta inovasi.

Yuke berharap penyelenggaraan IFMAC-WoodMac 2025, interzum Jakarta, dan IHFI tak hanya menghasilkan transaksi antarbisnis (business to business), tetapi juga mendorong peningkatan ekspor furnitur, pertumbuhan investasi di sektor kriya, furnitur, dan interior supply, sekaligus mencetak SDM kreatif yang berdaya saing.

“Semoga kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth perekonomian nasional,” tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Asmindo Optimistis Industri Mebel Mampu Bersaing di Pasar Global

Asmindo Optimistis Industri Mebel Mampu Bersaing di Pasar Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon