Industri Kosmetik Lokal Butuh Dukungan Pemerintah
Rabu, 3 Februari 2016 | 19:54 WIB
Jakarta – Industri kosmetik lokal membutuhkan dukungan dan pendampingan dari pemerintah untuk bisa berkembang dan semakin berdaya saing. Berlakunya pasar bebas Asean sejak awal 2016 membuat pasar Indonesia akan lebih terbuka bagi produk-produk kosmetik asing.
"Dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar industri kosmetik lokal kita bisa terus tumbuh," kata Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia Putri K Wardhani seperti dikutip dari Investor Daily, Rabu (3/2).
Putri mencontohkan, negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura memberikan dukungan yang luar biasa besar untuk industri dalam negerinya. "Pemerintah mereka memberikan dukungan iklan hingga 50% dari total biaya yang dikeluarkan. Secara bertahap mereka akan kurangi porsinya menjadi 30% dan akhirnya dilepas saat perusahaan tersebut sudah mandiri," tutur Putri.
Dia menambahkan, pemerintah negara-negara tersebut juga sengaja memberikan tempat khusus di lokasi-lokasi strategis di bandara yang dapat digunakan secara gratis bagi industri kosmetik lokal mereka untuk mempromosikan produknya.
"Asistensi terhadap pengemasan, akses pasar, itu juga pemerintahnya lakukan. Ini yang perlu kita kejar di Indonesia," papar dia.
Menurut Putri, industri kosmetik lokal memiliki peluang tumbuh yang cukup besar. Terlebih, produk-produk kosmetik lokal telah diminati masyarakat di beberapa negara, sehingga potensinya sangat besar.
Beberapa negara yang telah menggunakan produk kosmetik dalam negeri antara lain Amerika, Timur Tengah, Afrika. Tercatat, nilai ekspor kosmetik pada 2013 mencapai US$ 975 juta, tumbuh 2,9% pada 2014 menjadi US$ 1.004 juta.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, prospek industri kosmetik dan jamu di dalam negeri masih cukup potensial mengingat Indonesia memiliki beragam tanaman herbal yang secara turun temurun sudah banyak digunakan baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Hal ini merupakan suatu kekuatan jika dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama dalam mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian nasional.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada para pelaku industri kosmetik dan jamu nasional agar terus meningkatkan penguasaan teknologi dan penggunaan produk dalam negeri sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor dan mampu bersaing di pasar global," kata Menperin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




