Menperin: Kenaikan BBM Tidak Pengaruhi Manufaktur
Senin, 5 Maret 2012 | 11:37 WIB
Bisa tumbuh di angka 7 persen.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat menyatakan, rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi pertumbuhan industri manufaktur non migas secara signifikan.
Mantan Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini optimis pertumbuhan industri manufaktur non migas masih bisa tumbuh di angka 7 persen.
"Saat ini saja pertumbuhan industri manufaktur non migas sudah tercatat mencapai 6,85 persen," kata MS. Hidayat saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, hari ini.
Industri manufaktur nonmigas nasional tumbuh 6,8 persen sepanjang 2011, lebih besar dari 2010 yang hanya 5,1 persen.
Semua sektor industri nonmigas selama 2011 tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok industri logam dasar besi dan baja (13,06 persen); makanan, minuman dan tembakau (9,19 persen); serta tekstil, barang kulit dan alas kaki (7,52 persen).
Meski demikian, dia tidak menampik dampak kenaikan BBM sedikit memperlambat pertumbuhan industri. Untuk itu, dia meminta agar kenaikan BBM ini tidak diikuti dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 mengamanatkan, pemerintah akan menaikkan TDL sebesar 10 persen per 1 April 2012.
"Jika kenaikan BBM dibarengi TDL, pengaruhnya baru akan terasa, makanya saya sudah meminta kenaikan TDL dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah memastikan akan menaikan harga BBM per 1 April mendatang, meski belum final besaran harganya. Rencana yang mengerecut, kenaikan harga BBM di level Rp 1.500 per liter.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat menyatakan, rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi pertumbuhan industri manufaktur non migas secara signifikan.
Mantan Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini optimis pertumbuhan industri manufaktur non migas masih bisa tumbuh di angka 7 persen.
"Saat ini saja pertumbuhan industri manufaktur non migas sudah tercatat mencapai 6,85 persen," kata MS. Hidayat saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, hari ini.
Industri manufaktur nonmigas nasional tumbuh 6,8 persen sepanjang 2011, lebih besar dari 2010 yang hanya 5,1 persen.
Semua sektor industri nonmigas selama 2011 tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok industri logam dasar besi dan baja (13,06 persen); makanan, minuman dan tembakau (9,19 persen); serta tekstil, barang kulit dan alas kaki (7,52 persen).
Meski demikian, dia tidak menampik dampak kenaikan BBM sedikit memperlambat pertumbuhan industri. Untuk itu, dia meminta agar kenaikan BBM ini tidak diikuti dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 mengamanatkan, pemerintah akan menaikkan TDL sebesar 10 persen per 1 April 2012.
"Jika kenaikan BBM dibarengi TDL, pengaruhnya baru akan terasa, makanya saya sudah meminta kenaikan TDL dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah memastikan akan menaikan harga BBM per 1 April mendatang, meski belum final besaran harganya. Rencana yang mengerecut, kenaikan harga BBM di level Rp 1.500 per liter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




