Bank Genjot Pertumbuhan Porsi Dana Murah
Selasa, 19 April 2016 | 23:30 WIB
Jakarta - Sejumlah bank nasional tengah berupaya menggalakan pertumbuhan porsi dana murah (current account and savings account/CASA) guna memperbaiki struktur pendanaan secara berkelanjutan. Di sisi lain, hal tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi besaran biaya dana (cost of fund) yang perlu dikeluarkan perseroan.
Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Anggoro Eko Cahyo, mengatakan, salah satu strategi yang digunakan perseroan guna menumbuhkan CASA adalah mengembangkan layanan payroll. Adapun, emiten berkode BBNI ini menyasar komposisi dana murah dapat menyentuh 60 persen pada akhir 2016. Berdasarkan data corporate presentation BNI, secara year on year (yoy) total CASA perseroan meningkat 12,9 persen dan secara persentase menyentuh 58,5 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 371,56 triliun.
"Guna mencapai kenaikan CASA, sebagai bank kami perlu meningkatkan layanan maupun kepercayaan nasabah. Pasalnya itu, berbicara CASA ya berarti itu terkait trust," tegas Anggoro ketika ditemui di Jakarta, Selasa (19/4).
Senada dengan BNI, PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) berupaya menaikkan porsi CASA guna memperbaiki struktur pendanaan. Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, mengatakan, dalam rencana jangka panjang bank swasta nasional ini menyasar porsi dana murah dapat berada di level 60 persen terhadap total DPK yang diraih. Adapun, tahun lalu emiten berkode MEGA ini membukukan total DPK Rp 49,74 triliun dengan proporsi CASA sekitar 30 persen
Kemudian, dari sisi PT Bank MNC Internasional Tbk (Bank MNC) secara bertahap mulai ancang-ancang menaikkan persentase CASA. Walaupun sampai akhir tahun lalu, total dana mahal atau deposito masih mendominasi portofolio DPK bank golongan bank umum kegiatan usaha (BUKU) II ini.
"Kendati, sepanjang tahun 2016 kami menyasar porsi CASA dapat meningkat ke level 20 persen. Sebab, sebelumnya posisi CASA perseroan kan masih di bawah itu," papar Benny.
Sementara, secara terpisah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyatakan akan berupaya menaikkan CASA menjadi 50 persen terhadap total dana masyarakat yang dihimpun pada akhir 2016. Hal itu, merupakan salah satu langkah perseroan untuk meraih laba yang lebih baik dengan cara menekan biaya dana.
"Tahun lalu, kami berhasil menaikkan komposisi CASA dari 45 persen pada 2014 menjadi sekitar 47 persen Kemudian, tahun ini perseroan akan kembali upayakan persentase dana murah dapat menyentuh posisi 50 persen," ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan.
Senada dengan bank-bank tersebut, sebelumnya Direktur Kepatuhan PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada) Rudy Mulyono mengungkapkan, sejak tahun lalu perseroan sudah mulai fokus menggalakan pertumbuhan CASA. Langkah itu dilakukan bank berkode emiten MAYA ini sebagai langkah mengurangi biaya dana dan memperbaiki struktur pendanaan secara berkelanjutan. Adapun, perseroan menyakini dapat menaikkan proporsi dana murah menjadi kisaran 25-26 persen pada akhir 2016.
"Sedangkan, pada akhir 2015 komposisi CASA di Bank Mayapada mencapai sekitar 20 persen terhadap total DPK yang perseroan himpun," ungkap Rudy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




