ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Semester I, Penjualan Industri Keramik Turun 30 Persen

Kamis, 1 September 2016 | 15:55 WIB
RS
FH
Penulis: Ridho Syukro | Editor: FER

Pekerja beraktivitas di pabrik keramik PT. Arwana Citramulia Tbk, Serang, Banten.
Pekerja beraktivitas di pabrik keramik PT. Arwana Citramulia Tbk, Serang, Banten. (Antara)

Jakarta - Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Elisa Sinaga, mengatakan, penjualan keramik pada semester pertama 2016 mengalami penurunan sekitar 30 persen. Padahal, di semester pertama 2015, penjualan keramik juga mengalami penurunan sekitar 30 persen.

"Kondisi yang sama kembali terjadi pada semester pertama 2016," kata Elisa di Jakarta, Kamis (1/9).

Penjualan keramik di tahun ini, kata dia, hanya mencapai angka sekitar 150 juta meter persegi sampai 170 juta meter persegi (m2). Meski demikian, Elisa tidak menyebutkan nilai penjualannya. "Industri keramik sama sekali tidak bergairah sejak tahun 2015 dan sekarang masih sama," ujar dia.

Elisa menuturkan ada dua faktor utama yang menyebabkan penjualan keramik mengalami penurunan pada semester pertama 2016 yaitu harga gas untuk industri keramik masih tinggi dan industri properti stagnan. Masalah harga gas yang tinggi, kata dia, merupakan masalah yang sudah lama. Pihak asosiasi, kata Elisa, sudah meminta pemerintah agar menurunkannya.

ADVERTISEMENT

"Pada kenyataannya, harga gas yang dibeli pelaku industri masih mencapai US$ 5/mmbtu. Sementara, harga gas negara tetangga mencapai US$ 3/mmbtu. Pemerintah tidak pernah serius soal harga gas, hanya janji janji palsu," ujar dia.

Jika harga gas tidak diturunkan, lanjutnya, industri keramik akan mengalami kesulitan. Terlebih, harga gas sangat mempengaruhi biaya produksi, semakin tinggi harga gas maka biaya produksi semakin besar.

"Kami berharap, pemerintah menurunkan harga gas pada kisaran US$ 3/mmbtu-Us$ 5/mmbtu. Tahun ini, target penjualan industri keramik adalah 360 juta m2. Kami tidak optimistis target tersebut bisa dicapai karena penjualan keramik semakin menurun," tambahnya.









Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon