Kemdag Dorong Bisnis Waralaba di Indonesia
Senin, 5 September 2016 | 22:14 WIB
Jakarta - Waralaba merupakan salah satu sektor bisnis yang dinilai memiliki prospek sangat menjanjikan untuk terus berkembang di Indonesia.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (kemdag), Oke Nurwan, mengatakan, ada banyak kelebihan bisnis waralaba yaitu menumbuhkan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja dan bisa mempromosikan merek lokal di pasar dunia.
"Hingga saat ini, Kemdag sudah menerbitkan 360 Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) yang terdiri dari 52 STPW waralaba lokal dan 308 waralaba asing," kata Oke di Jakarta, Senin (5/9).
Oke mengatakan, jumlah waralaba asing masih mendominasi pasar dalam negeri. Namun, lanjut dia, prospek waralaba lokal untuk berkembang masih cukup besar.
Kemdag, kata Oke, terus mendorong waralaba lokal agar tumbuh berkelanjutan, salah satunya dengan memberikan program Pendampingan Waralaba Nasional sejak 2012. Jumlah waralaba lokal yang diberikan pendampingan mencapai 300 pelaku usaha. "Kemdag terus mendorong bisnis waralaba agar tumbuh di Indonesia," kata Oke.
Ia mengatakan, kegiatan pendampingan antara lain menyusun perjanjian waralaba, menyusun laporan keuangan dan membuat sistem manajemen terarah.
Menurut data World Franchise Council Meeting 2013, di Indonesia terdapat 24.000 gerai waralaba dengan nilai omzet mencapai Rp 172 triliun. "Nilai omzet waralaba untuk tahun ini juga tumbuh positif seiring dengan meningkatnya daya beli konsumen," kata Oke.
Indonesia sendiri, lanjut dia, mempunyai merek waralaba lokal yang kualitasnya bisa disejajarkan dengan waralaba asing seperti Es Teler 77, Kebab Turki Baba Rafi, Bumbu Desa dan Bakmi Niaga.
"Sebagian waralaba yang berkembang di Indonesia, sekitar 70 persen masih didominasi oleh kuliner. Sementara, sisanya kecantikan dan pendidikan," tambah Oke.
Kemdag Dukung World Franchise Summit Indonesia
Untuk mendorong pertumbuhan waralaba, Kemdag mendukung penyelenggaraan World Franchise Summit Indonesia (WFSI) yang akan digelar di Jakarta pada 22-27 November 2016. WFSI sendiri merupakan acara pertemuan para pelaku franchise dunia.
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) merupakan pihak penyelenggara dari WFSI dan mendapatkan dukungan dari Kemendag.
World Franchise Summit baru pertama kali diadakan di Indonesia dan akan diikuti 46 asosiasi waralaba dari negara negara maju dan berkembang.
Pada WFSI, Kemdag juga akan memberikan penghargaan Waralaba Indonesia untuk mengapresiasi pelaku usaha waralaba di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




