2017, Proyek SPAM Umbulan Masuk Tahap Konstruksi
Senin, 17 Oktober 2016 | 18:44 WIB
Jakarta - Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang telah ditandatangani kontraknya pada 21 Juli 2016 akan memasuki tahap konstruksi pada awal 2017.
"Umbulan diharapkan awal tahun depan sudah mulai konstruksi, sebelumnya sudah ditandantangani kontraknya," kata Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Ditjen Cipta Karya Mochammad Natsir seperti dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Senin (17/10).
Natsir berharap pada akhir 2016 sudah dapat dilakukan penyelesaian permasalahan dari segi finansial sehingga dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik.
"Financial closing paling lambat akhir tahun ini, jadi awal tahun depan sudah mulai bisa pekerjaan fisik," ujar dia.
Sebelumnya diketahui telah dilakukan penandatanganan kerja sama proyek KPBU SPAM Umbulan yang dilakukan antara Gubernur Jawa Timur (Jatim), selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) Proyek KPBU SPAM Umbulan dan Direktur PT Meta Adhya Tirta Umbulan. PT Meta Adhya Tirta Umbulan merupakan badan usaha yang melaksanakan proyek tersebut dan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Medco Gas Indonesia dan PT Bangun Cipta Kontraktor selaku pemenang lelang proyek KPBU SPAM Umbulan.
Proyek KPBU SPAM ini merupakan proyek pertama yang tersulit karena melibatkan banyak kabupaten/kota. SPAM Umbulan melibatkan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik dengan menyerap investasi sebesar Rp 4,51 triliun, dengan porsi swasta (selaku badan usaha pemenang lelang) sebesar Rp 2,05 triliun. Sementara itu, pemerintah memberikan dukungan kelayakan sebesar Rp 818 miliar dan badan usaha akan bertanggung jawab menyediakan sebagian dana lainnya.
Air baku yang akan diambil dari mata air Umbulan di Kabupaten Pasuruan tersebut akan didistribusikan melalui pipa transmisi sepanjang 93,7 kilometer untuk PDAM di lima kabupaten/kota yaitu Kota Surabaya (1.000 liter per detik), Kabupaten Pasuruan (410 liter per detik), Kota Pasuruan (110 liter per detik), Kabupaten Sidoarjo (1.200 liter per detik), Kabupaten Gresik (1.000 liter per detik), dan akan dinikmati sekitar 1,3 juta jiwa.
Pembangunan SPAM secara regional ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan air baku di beberapa kabupaten/kota. Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, yang menyebutkan bahwa kerja sama antardaerah dapat dilakukan atas pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




