ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemkeu: Anggaran Awal 2017 Bisa Pakai Sisa Tahun Ini

Minggu, 27 November 2016 | 10:42 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi Anggaran Dana Kementerian
Ilustrasi Anggaran Dana Kementerian (Beritasatu.com)

Sentul, Bogor- Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemkeu) Marwanto Harjowiryono mengatakan pembiayaan untuk awal tahun 2017 masih bisa menggunakan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun 2016, asalkan penerimaan pajak tercapai sesuai proyeksi.

"Ekspektasi kita kalau penerimaan negara tercapai sesuai outlook, maka pada akhir tahun 2016 kita masih memiliki SAL Rp 51 triliun," kata Marwanto, dalam pelatihan wartawan di Sentul, Bogor, Minggu (27/11).

Marwanto menjelaskan, SAL bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan arus kas (cashflow) pada awal tahun, karena biasanya periode Januari-Februari belanja yang dibutuhkan lebih besar dari penerimaan. Menurut dia, SAL sebesar Rp 51 triliun dapat dimanfaatkan untuk pembayaran gaji pegawai serta pensiun Rp 15 triliun hingga Rp 16 triliun serta pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) ke daerah Rp 34 triliun pada awal 2017.

"Dalam kondisi Januari, kita mengharapkan ada cash dari penerimaan rata-rata Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun per bulan. Dengan SAL yang ada Rp 51 triliun, kita bisa meng-handle dengan baik. Tapi tergantung dengan situasi penerimaan pada Desember dan Januari," katanya lagi.

ADVERTISEMENT

Dengan proyeksi SAL mencukupi pada awal 2017, diperkirakan pemerintah tidak akan menarik utang pada kuartal IV-2016 untuk menjamin ketersediaan anggaran (prefunding) terlalu banyak.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan mengatakan kebutuhan prefunding merupakan salah satu opsi yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pada awal tahun. Namun ia menegaskan penerbitan obligasi sebagai antisipasi kekurangan kas negara pada awal tahun tersebut, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar domestik maupun global di akhir 2016. "Prefunding adalah opsi yang diperkenankan dalam UU dan akan kami eksekusi apabila preferable untuk kami. Kami akan monitor market baik domestik atau global, karena dieksekusi atau tidak tergantung itu," kata Robert

Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan penerbitan SBN pada kuartal IV-2016 (prefunding) untuk mengantisipasi risiko kekurangan kas guna pembayaran gaji, pensiun, DAU serta bunga atau pokok utang yang lebih besar di awal tahun.

Besaran tersebut ditentukan proyeksi kebutuhan pembiayaan awal tahun secara detail atau harian, termasuk kebutuhan kas secara intraday yang disusun unit pengelola kas serta besaran SAL yang tersedia. Sedangkan, besaran instrumen SBN yang diterbitkan ditentukan kondisi likuiditas pasar keuangan domestik dan global, perhitungan biaya dan risiko utang serta kebutuhan moneter.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon