ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Darmin: Perkebunan Sawit Rakyat Banyak yang Sudah Tua

Kamis, 2 November 2017 | 12:24 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi petani kelapa sawit.
Ilustrasi petani kelapa sawit. (Antara/Syifa Yulinnnas)

Nusa Dua - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan peremajaan tanaman (replanting) merupakan kunci peningkatan produktivitas perkebunan sawit milik rakyat.

Darmin menyatakan, saat ini kondisi yang dihadapi perkebunan rakyat yakni usia tanaman yang sudah tua serta rendahnya produktivitas. "Kalau kondisi ini dibiarkan terus-menerus maka perkebunan rakyat tak akan mampu mencapai skala nasional," kata Darmin dalam pembukaan Konferensi Internasional Sawit (IPOC) di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/2).

Menurut dia, salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat yakni masih tingginya penggunaan benih palsu atau tidak berkualitas.

Berdasarkan hasil survei di Sumatera, dari perkebunan rakyat yang tanamannya berusia nol hingga sembilan tahun, pemakaian benih berkualitasnya cukup tinggi. "Dari penelitian tersebut diketahui masyarakat tidak berminat menggunakan benih bermutu karena harganya terlalu mahal. Mereka lebih memilih benih dengan harga murah meski mutunya rendah," ucap Menko.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui program peremajaan (replanting) diharapkan akan membantu petani mendapatkan benih kelapa sawit yang berkualitas.

Sementara Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam upaya peningkatan produktivitas perkebunan sawit milik petani.

Menurut dia, keberadaan perkebunan sawit milik petani sangat besar peranannya bagi produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional.

Salah satu cara untuk membantu petani meningkatkan produktivitas tanamannya, kata dia, yakni melalui kemitraan antara perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit. "Keberadaan kebun kelapa sawit petani dapat terbantu melalui pola kemitraan dengan dunia usaha," tuturnya.

Konferensi Sawit Internasional (IPOC) yang tahun ini memasuki tahun ke-13 mengambil tema "Growth through Produktivity: Partnership with smallholders" (Peningkatan produktivits, kemitraan bersama petani).

Konferensi dan ekspo yang diikuti peserta dari 23 negara tersebut juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil, beberapa menteri pertanian negara sahabat. Sementara dari kementerian pertanian diwakili Sekjen dan Dirjen Perkebunan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon