ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Sindir Perbankan Indonesia Tak Berani Ambil Risiko

Kamis, 15 Maret 2018 | 17:46 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (kedua kiri) menyampaikan paparan dihadapan pimpinan bank umum di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, 15 Maret 2018.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (kedua kiri) menyampaikan paparan dihadapan pimpinan bank umum di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, 15 Maret 2018. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perbankan di Indonesia pada tahun 2017 lalu tidak berani mengambil risiko. Akibatnya, pertumbuhan kredit hanya mencapai 8,24 persen. Angka tersebut jauh dari target yang sudah ditetapkan tahun lalu sebesar 12 persen.

"Saya ingat waktu kita berkumpul disini saat itu target yang kita berikan adalah 9-12 persen. Kalau saya diberi angka 9-12 persen, yang saya ambil pasti angka 12 persennya. Kembali lagi, risiko yang paling besar adalah apabila kita tidak berani mengambil risiko," ujar Jokowi saat memberi sambutan di depan para pimpinan bank umum Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/3).

Jokowi mengatakan perbankan memang harus memiliki prinsip kerja yang prudent dan hati-hati. Namun ia meminta industri perbankan nasional berani untuk mengambil risiko sebab apabila pebisnis tidak berani mengambil risiko, secara bertahap akan mati alias bangkrut.

"Kalau kita tidak berani mengambil resiko ya selesai sudah, kalau dalam bisnis pasti akan mati. Atau mungkin matinya akan pelan-pelan tapi juga mati. Tapi tetap mati. Itu di bisnis. Perbankan pun juga bisnis. Sementara kalau kita ambil risiko masih ada chance, masih ada kemungkinan," katanya.

ADVERTISEMENT

"Dan biasanya kemungkinan itu kalau kalkulasi dan perhitungan kita baik ya kemungkinan cukup baik untuk selamat. Ya karena yang namanya mengambil sebuah keputusan itu artinya mengambil sebuah risiko," pungkas Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon