ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Syngenta Luncurkan Apiro untuk Maksimalkan Produksi Padi

Sabtu, 17 Maret 2018 | 19:04 WIB
EH
B
Penulis: Euis Rita Hartati | Editor: B1
 Syngenta Indonesia meluncurkan terobosan teknologi herbisida padi, Apiro, untuk memaksimalkan produksi padi di Indonesia.
Syngenta Indonesia meluncurkan terobosan teknologi herbisida padi, Apiro, untuk memaksimalkan produksi padi di Indonesia. (istimewa)

Jakarta - Syngenta Indonesia meluncurkan terobosan teknologi herbisida padi, Apiro, untuk memaksimalkan produksi padi di Indonesia. Apiro membantu petani menghindari kehilangan potensi hasil panen hingga 30-40% karena secara efektif mengendalikan banyak jenis gulma bandel dan fleksibel dalam metode aplikasi.

Peluncuran Apiro dilaksanakan oleh Asean Territory Head Syngenta, Alex Berskovskiy dan Country Head Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria.

"Diperlukan investasi sebesar US$ 200-300 juta untuk pengembangan sebuah teknologi perlindungan tanaman mulai dari fase pengembangan hingga diluncurkan ke pasar," kata Alex .

Investasi teknologi juga dilakukan Syngenta pada sisi fasilitas riset dan pengembangan (R&). Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk peremajaan stasiun riset R&D Syngenta di Cikampek, Jawa Barat, dimana teknologi Apiro mulai dikembangkan sejak tahun 2011. Peremajaan tersebut mencakup aspek peningkatan standard K3, penguatan fasilitas laboratorium, dan investasi alat aplikasi semprot terbaru dengan teknologi yang lebih presisi.

ADVERTISEMENT

"Investasi kami di Indonesia melalui peremajaan stasiun riset dan peluncuran teknologi perlindungan tanaman baru merupakan bukti konkret komitmen kami untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Kami sangat bangga dapat berkontribusi bagi petani Indonesia dengan merilis Apiro sehingga mereka dapat mencapai hasil yang lebih baik," jelas Alex Berkovskiy.

Gulma merupakan tanaman yang kehadirannya tidak diinginkan, tumbuh liar dan bersifat merugikan tanaman utama. Pada tanaman padi, padi akan berebut nutrisi dan mineral yang terkandung di dalam tanah yang pada akhirnya mengurangi hasil produksi.

"Penanggulangan gulma pada tanaman padi yang selama ini dilakukan masih belum optimal dalam menekan kehilangan hasil produksi padi. Untuk itu, Syngenta mengembangkan dan meluncurkan terobosan teknologi baru APIRO untuk membantu mengendalikan gulma secara efektif pada tanaman padi," kata Parveen Kathuria.

Apiro memiliki dua cara kerja dari kombinasi dua bahan aktif Pyriftalid dan Bensulfuron yang efektif mengendalikan berbagai jenis gulma bandel seperti rumput-rumputan, teki-tekian, dan gulma daun lebar. Teknologi ini memiliki metode aplikasi yang cukup fleksibel yaitu dipercik atau disemprot yang diserap oleh tanaman melalui akar dan daun serta aman terhadap tanaman utama. Teknologi ini telah melewati fase pengembangan memiliki efek residu yang rendah pada tanah.

Merangkum berbagai riset, gulma berpotensi menyebabkan kehilangan hasil produksi pertanian dunia sebesar 30-40%. Selain itu, CropLife Asia menyatakan bahwa gulma menjadi sumber kerugian ekonomis pertanian sebesar 75.6 juta dolar AS setiap tahunnya. Terlebih lagi, pengendalian gulma yang belum optimal menambah potensi kehilangan hasil produksi lebih besar.

Mengacu pada survei yang dilakukan Syngenta di Indonesia, 30% Petani di Indonesia mengendalikan gulma dengan cara manual (mencabut dengan tangan) walaupun mereka telah menggunakan produk kimia pertanian. Pengendalian gulma secara manual sangat melelahkan dan memakan banyak biaya oleh karena tenaga kerja pertanian yang semakin sulit dan mahal.

"Teknologi Apiro dikembangkan untuk mengendalikan gulma yang bandel sehingga dapat menekan potensi kehilangan hasil produksi padi sampai dengan 30-40%. Hal tersebut diharapkan akan membantu petani padi dalam proses pengendalian gulma yang efektif dan memaksimalkan hasil produksi, menghemat biaya operasional dengan menghapuskan praktik kerja keras dalam penyiangan gulma," jelasnya.

"Hasil produksi padi yang maksimal dan pengurangan biaya operasional penyiangan dengan tangan tentu akan memberikan manfaat pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani padi Indonesia," ujar Parveen.

Syngenta merupakan perusahaan terdepan di bidang pertanian yang memiliki misi untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia dengan cara memampukan jutaan petani untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dengan lebih baik. Melalui ilmu pengetahuan kelas dunia dan solusi pertumbuhan tanaman yang inovatif, 28,000 pekerja Syngenta di 90 negara berusaha mentransformasikan cara tanaman tumbuh dengan baik. Syngenta berkomitmen untuk menyelamatkan lahan dari kerusakan, memperkaya keanekaragaman hayati, dan merevatilisasi masyarakat perdesaan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon