Asing Masih Net Sell, Ini Saham Pemberat IHSG Sepanjang 2018

Asing Masih Net Sell, Ini Saham Pemberat IHSG Sepanjang 2018
Ilustrasi IHSG (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 13 April 2018 | 11:31 WIB

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (13/4) hingga pukul 11.10 WIB melemah 3,7 (0,06 persen) mencapai 6.018.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Beritasatu.com, market capitalization IHSG per Kamis (12/4) mencapai Rp 7.025 triliun dengan rata-rata price eraning ratio (PER) sebesar 15,9 kali dan rata-rata price book value (PBV) 2,3 kali.

Secara tahun berjalan (year to date) dari 2 Januari 2018 hingga 12 April 2018, IHSG masih terkoreksi 0,71 persen mencapai 6.310 dari posisi 2 Januari di posisi 6.339.

Investor asing masih melakukan jual bersih (net sell) secara year to date sebesar Rp 25,868 triliun. Adapun khusus perdagangan kemarin asing jual bersih Rp 752 miliar.

Berikut saham-saham yang menjadi pemberat IHSG sepanjang 2018 (2 Januari-12 April):

1. Harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dari awal tahun hingga kini turun 14,2 persen dengan market capitalization (kapitaisasi) Rp 472 triliun.
2. Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dari awal tahun hingga kini turun 15,5 persen dengan kapitalisasi Rp 378 triliun.
3. Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dari awal tahun hingga kini turun 7,5 persen dengan kapitalisasi Rp 394 triliun.
4. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) dari awal tahun hingga kini turun 20,8 persen dengan kapitalisasi Rp 313 triliun.
5. Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dari awal tahun hingga kini turun 20,7 persen dengan kapitalisasi Rp 160 triliun.
6. Harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dari awal tahun hingga kini turun 12,4 persen dengan kapitalisasi Rp 147 triliun.
7. Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JMSR) dari awal tahun hingga kini turun 11,4 persen dengan kapitalisasi Rp 34 triliun.
8. Harga saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) dari awal tahun hingga kini turun 10,5 persen dengan kapitalisasi Rp 69 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com