Harga Emas Naik Setelah Yield Obligasi AS Turun
Sabtu, 19 Mei 2018 | 10:05 WIB
Chicago - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (19/5), karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS sedikit menurun.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik US$ 1,9 atau 0,15 persen, menjadi US$ 1.291,3 per ounce.
Penurunan imbal hasil obligasi AS betenor 10-tahun dari level tertingginya sejak 2011, meningkatkan permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun berkurang lima basis poin menjadi 3,06 persen.
Namun, greenback memberikan tekanan terhadap logam mulia. Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,18 persen menjadi 93,638 pada pukul 20.00 GMT.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang utama lainnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman Juli, turun 2,6 sen AS atau 0,16 persen, menjadi US$ 16,455 per ounce. Sementara platinum untuk penyerahan Juli, turun US$ 5,6 atau 0,63 persen, menjadi US$ 886,5 per ounce.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




