Kesepakatan Pertemuan IMF-WBG 2018 Ditunggu Dunia
Senin, 8 Oktober 2018 | 01:47 WIB
Nusa Dua, Bali - Pertemuan Tahunan International Monetary Fund and World Bank Group (IMF-WBG) 2018 di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018 dinilai akan menjadi pertemuan penting yang hasilnya ditunggu oleh negara-negara di dunia. Pasalnya, pertemuan ini diselenggarakan pada saat perekonomian dunia dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi.
Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 Peter Jacobs berpendapat, pertemuan tahunan IMF-WBG kali ini menjadi mementum bagi pemimpin-pemimpin ekonomi dunia untuk merespons kondisi terkini global dengan sejumlah kesepakatan.
"Perekonomian dunia kini dalam uncertainty. Kesepakatan-kesepakatan apa yang akan dicapai dalam pertemuan ini banyak ditunggu. Karena, ini yang akan menjadi acuan bagi negara-negara untuk mengambil keputusan," ujar Peter di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10), saat memberikan update info Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 kepada awak media.
Peter menyebutkan, 10 kepala negara/pemerintahan negara-negara Asean sudah mengonfirmasi untuk hadir dalam pertemuan tahunan ini. Di luar itu, konfirmasi kehadiran juga diberikan oleh kepada kepala-kepala negara yang merangkap sebagai menteri keuangan.
Selain itu, sejumlah gubernur bank sentral negara maju, seperti gubernur bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, serta gubernur bank sentral Uni Eropa, Tiongkok, hingga Jepang dipastikan datang. Bahkan sejumlah gubernur bank sentral dan menteri keuangan , yang lokasi negaranya jauh dari Indonesia sudah datang seperti Uganda, Sudan Selatan, dan Bahama.
"Dari gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari kawasan yang agak jauh seperti seperti Sudan Selatan, Uganda, Mauritania, Burundi, Bahama, Islandia, Eswatini, Montenegro, Trinidad Tobago, dan masih ada kira-kira tujuh negara lagi," papar Peter.
Ia memperkirakan para delegasi akan banyak berdatangan mulai Senin (8/10) mengingat puncak pertemuan tahunan tersebut berlangsung pada 12-14 Oktober 2018. "Yang flight-nya lebih mudah, seperti Uni Eropa, apalagi Asia akan mulai datang besok," papar Peter.
Pertemuan tahunan IMF-WB 2018 yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (12/10) tersebut akan mengangkat lima tema. Kelimanya adalah Pertama, penguatan International Monetary System (IMS). Kedua, ekonomi digital. Ketiga, negara pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Keempat, penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah. Dan kelima, isu-isu terkait sektor fiskal, yaitu urbanisasi, ekonomi digital, human capital, manajemen risiko bencana, perubahan iklim, dan pembiayaan infrastruktur.
Peter menambahkan, jumlah peserta asing yang telah mendaftar untuk hadir mencapai 13 ribu. Jumlah ini belum menghitung anggota keluarga yang turut serta, seperti istri dan anak. "Dan angka ini masih bergerak. Ini belum termasuk yang lokal yang jumlahnya lebih besar," pungkas Peter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




