ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Peningkatan Ekspor dan Pariwisata Keniscayaan

Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:23 WIB
N
B
Penulis: Nasori | Editor: B1
Mirza Adityaswara
Mirza Adityaswara (Istimewa)

Nusa Dua, Bali - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menegaskan, peningkatan ekspor dan pariwisata merupakan sebuah keniscayaan dan kunci bagi ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Terlebih lagi, kebutuhan impor terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih besar.

Hal itu dikatakan Mirza dalam seminar Reinventing Bretton Woods Committee yang mengambil tema "The Shadow of Neo Protectionism and Coping With The Challenges of The Normalisation Process", yang dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Menurut Mirza, proses normalisasi negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS), memang membawa dampak global, khususnya terhadap negara berkembang, bahkan sejak dicanangkan pada Mei 2013.

"Demikian pula neoproteksionisme yang dimulai pada 2016 dan semakin mengalami boom pada 2018. Kebijakan-kebijakan ekonomi AS dan Tiongkok, khususnya, membawa pengaruh kepada negara berkembang, termasuk dari sisi nilai tukar," jelas Mirza.

ADVERTISEMENT

Dalam kondisi global seperti itu, kata dia, Indonesia sebagai negara yang memiliki defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) terus menjaga agar defisit tersebut berada pada level yang aman.

"CAD Indonesia saat ini terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar memang sangat membutuhkan fasilitas seperti bandara, pelabuhan, dan tol laut," papar Mirza.

Di samping infrastruktur, lanjut dia, impor minyak Indonesia juga menjadi salah satu faktor berpengaruh saat ini. Untuk itu, Pemerintah telah mendorong penggunaan biodiesel 20% (B20), yaitu bahan bakar yang dicampur dengan minyak kelapa sawit, untuk mengurangi kebutuhan impor.

Mirza menambahkan, dengan kebutuhan impor yang masih besar, semakin penting bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan pariwisata. "Berbagai destinasi wisata pun terus dikembangkan, agar wisatawan asing memiliki pilihan destinasi selain Bali," kata dia.

Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia ditargetkan terus bertambah, yaitu 20 juta orang pada 2020 dan 25 juta pada 2025, yang diharapkan dapat menambah penerimaan devisa negara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ikuti sang Ketua, Wakil OJK Mirza Adityaswara Juga Mundur

Ikuti sang Ketua, Wakil OJK Mirza Adityaswara Juga Mundur

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon