JK Harapkan ICCIA Bekerja Sama Hadapi Perekonomian Sulit
Selasa, 23 Oktober 2018 | 12:14 WIB
Jakarta - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) meresmikan sidang tahunan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA), di Jakarta. ICCIA sendiri merupakan organisasi kamar dagang yang berafiliasi dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya kerja sama antara negara anggota anggota ICCIA untuk menghadapi kondisi ekonomi yang sulit di berbagai belahan dunia, serta persoalan climate change atau perubahan iklim.
"Pertemuan ICCIA ini merupakan sesuatu yang penting, apalagi dewasa ini di mana dunia sedang mengalami masalah ekonomi, perdagangan, dan juga climate change yang tentunya mempunya efek berganda kepada banyak negara. Di lain pihak, negara-negara Islam juga banyak mengalami masalah internal dan eksternal. Konflik-konflik di antara negara Islam juga sangat banyak. Ini semua menyebabkan perlunya para pengusaha dan pedagang untuk tetap bersatu demi kemajuan bangsa dan dunia Islam," kata Jusuf Kalla, Selasa (23/10).
Dalam sidang tahunan ICCIA 2018 yang mengangkat tema "Inclusion in Sharia Economy: A New Paradigm" ini, Kadin Indonesia, khususnya Komite Kadin untuk Timur Tengah bertindak sebagai penyelenggara. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 19 negara seperti Djibouti, Mesir, Indonesia, Iran, Jordan, Kuwait, Malaysia, Mali, Nigeria, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, Tunisia, Turkey, Uganda dan Uni Emirat Arab.
Pada pertemuan ini, para anggota dewan ICCIA akan membahas mengenai berbagai macam topik yang tidak luput dari isu-isu perdagangan, informasi teknologi, asuransi/reasurasi, pengiriman, perbankan, promosi peluang investasi dan joint ventures. Dilanjutkan dengan pertemuan antara perusahaan swasta di Indonesia dengan para representatif dari negara-negara OKI.
"Hubungan ekonomi di antara negara-negara anggota ICCIA telah menunjukkan tren positif. Namun, kami percaya bahwa masih ada peluang besar yang dapat dimanfaatkan dari negara masing-masing yang menjadi anggota ICCIA. Dengan ini kami berkomitmen untuk lebih meningkatkan hubungan pemerintahan ke pemerintah, serta interaksi bisnis ke bisnis agar dapat mempromosikan kerjasama ekonomi antar negara anggota ICCIA," ujar Ketua Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.
Sementara itu, Wakil Presiden ICCIA, Ahmad Al Wakeel juga berharap pertemuan ini akan menjadi awal dari koordinasi yang berkelanjutan pada proyek-proyek yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur negara, dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat melalui penyediaan peluang kerja baru, serta meningkatkan perdagangan antara negara-negara Islam.
"Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan investasi yang layak untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, serta keuntungan nyata bagi para investor dari berbagai negara Islam," ujar Ahmad Al Wakeel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




