Hingga Tahap ke-8, Vokasi Industri Libatkan 2.074 SMK dan 745 Perusahaan
Kamis, 7 Februari 2019 | 09:42 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah meluncurkan hingga delapan tahap untuk program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Sejak digulirkan pada 2017, program ini telah menggandeng 2.074 SMK dan 745 perusahaan dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
"Pada tahap kedelapan yang meliputi wilayah Jawa Timur, kami melibatkan 295 SMK den 97 perusahaan. Sampai saat ini, ada 3.708 perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani, karena satu SMK dapat dibina oieh beberapa perusahaan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada peluncuran program vokasi tahap ke-8 di Kawasan lndustri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), yang dihadiri Beritasatu.com, Kamis (7/2).
Acara ini diresmikan Menperin Airlangga bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Pada kesempatan ini, dilakukan hibah mesin dan peralatan untuk mendukung praktik di SMK, dari 20 perusahaan kepada 113 SMK.
Airlangga memberikan apresiasi terhadap antusiasme SMK dan perusahaan yang sudah mengikuti program yang diinisiasi oleh Kemperin. "Dua tahun lalu, kami mengawali program link and match vokasi industri dari Provinsi Jawa Timur. Provinsi ini dipilih sebagai lokasi peluncuran pertama karena kami Jawa Timur sebagai salah satu wilayah yang sangat concern terhadap
pengembangan SMK dan merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan industri tertinggi," jelas Airlangga.
Untuk itu, agar memberikan dampak lebih masif, Kemperin kembali meluncurkan program pendidikan vokasi industri di Jawa Timur dengan melibatkan perusahaan-perusahaan dan SMK yang belum terfasilitasi pada tahap pertama. "Selanjutnya, kami akan meluncurkan lagi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah," imbuhnya.

Menurut Menperin, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, fokus pembangunan nasional pada tahun ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur. "Oleh karenanya, meningkatkan SDM yang kompeten, perlu dilaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih giat," tuturnya.
Salah satunya menjalankan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Upaya ini memerlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik SMK sebagai penyedia lulusan, industri sebagai pengguna, serta pemerintah pusat dan daerah sebagai pembina dan pembuat kebijakan.
Maka itu, Kemperin bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kelompok kerja yang akan mengawal pelaksanaan revitalisasi SMK di bidang industri. Sepanjang 2019, program ini ditargetkan dapat menggaet sebanyak 2.685 SMK dan 750 perusahaan.
"Kami berharap, perusahaan indusri dan SMK yang telah menandatangani perjanjian kerja sama, agar melaksanakan program-program pembinaan dan pengembangan SMK yang telah digariskan. Selanjutnya, pemerintah daerah untuk dapat mendukung program ini," tegas Airlangga.
Selain program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dan industri, Kemperin juga menjaiakan program lainnya dalam menyiapkan SDM industri yang kompeten, di antaranya pendidikan vokasi berbasis kompetensi menuju dual system, pembangunan politeknik di kawasan lndustri dan Wiiayah Pusat pertumbuhan Industri (WPPI).
Kemudian, pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja), pembangunan infrastruktur kompetensi (SKKNI, LSP dan Sertifikasi Kompetensi), serta pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.
Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis memasang target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun 2019. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86 persen), permesinan (7 persen), tekstil dan pakaian jadi (5,61 persen), serta kulit barang dari kulit dan alas kaki (5,40 persen).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




