ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Kosmetik dan Jamu Didorong Jadi Andalan Ekspor

Rabu, 3 Juli 2019 | 20:26 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mewakili Wakil Presiden memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Rakernas HIPMI PT) Tahun 2018 di Jakarta, Sabtu (9/12).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mewakili Wakil Presiden memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Rakernas HIPMI PT) Tahun 2018 di Jakarta, Sabtu (9/12). (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Industri kosmetik dan jamu akan terus didorong menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkrak ekspor nasional. Penetapan sebagai sektor andalan ekspor tersebut telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035 (RIPIN).

"Kelompok industri ini diprioritaskan pengembangannya karena berperan besar sebagai penggerak utama perekonomian nasional di masa yang akan datang," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dia meyakini, industri kosmetik dan jamu bisa menjadi ujung tombak yang baru bagi sektor manufaktur dan ekonomi nasional, karena terdiri atas multiplayer. Jadi, industri ini sifatnya inklusif atau banyak masyarakat yang bisa mengembangkannya.

Menperin mengungkapkan, postur skala industri kosmetik di Indonesia saat ini didominasi hingga 95% dari industri kecil dan menengah, sedangkan sisanya merupakan industri besar. Dari industri skala menengah dan besar ini, beberapa sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri seperti ke kawasan Asean, Afrika, dan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Dari sisi ekspor, penjualan produk kosmetik nasional mencapai US$ 556,36 juta pada 2018, naik 7,64% dibandingkan capaian pada 2017 sebesar US$ 516,88 juta. "Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya saing industri ini dengan menerbitkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat struktur sektor tersebut," ungkap Airlangga.

Dia mengatakan, pemerintah menyadari bahwa pembinaan industri farmasi, kosmetik dan jamu merupakan kerja sama lintas sektoral yang saling terintegrasi. Dalam pembinaannya, selain pemenuhan terhadap regulasi dari sisi kesehatan, juga diperlukan fasilitasi atau pembinaan untuk menjamin standar dan kualitas produk.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon