AAA Sekuritas: IHSG Masih Dalam Tren Positif
Kamis, 28 Juni 2012 | 09:25 WIB
Penguatan IHSG yang terjadi dalam beberapa hari perdagangan terakhir juga memicu aksi profit taking jangka pendek.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) apda perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dengan tetap memperhatikan perkembangan Eropa.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan," tulis riset PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas, Arief Kurniawan, hari ini.
Riset tersebut menyatakan, penguatan IHSG yang terjadi dalam beberapa hari perdagangan terakhir juga memicu aksi profit taking jangka pendek.
Namun secara umum, pasar tetap akan memperhatikan langkah maju kebijakan pemimpin Eropa guna mengatasi persoalan krisis fiskal, perlambatan ekonomi, reformasi struktural ekonomi maupun perbankan di kawasan tersebut.
Hal ini menyebabkan perdagangan di bursa saham cenderung bergerak dalam kisaran terbatas, sebagaimana terlihat di bursa Asia pada pagi ini. Meskipun demikian saham dengan basis pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan masih akan menjadi penopang penguatan indeks saham di Asia.
Dari Amerika Serikat (AS), semalam bursa saham di Wall Street menguat menyusul meningkatnya data penjualan perumahaan yang berada diatas ekspektasi pasar. Hal ini sedikit membantu sentimen perdagangan di bursa dunia.
Sebelumnya data indeks penjualan manufaktur di AS juga menggambarkan aktivitas yang terus membaik. Hal ini juga turut menopang sentimen positif di bursa saham, meski dalam jangka pendek.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) apda perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dengan tetap memperhatikan perkembangan Eropa.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan," tulis riset PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas, Arief Kurniawan, hari ini.
Riset tersebut menyatakan, penguatan IHSG yang terjadi dalam beberapa hari perdagangan terakhir juga memicu aksi profit taking jangka pendek.
Namun secara umum, pasar tetap akan memperhatikan langkah maju kebijakan pemimpin Eropa guna mengatasi persoalan krisis fiskal, perlambatan ekonomi, reformasi struktural ekonomi maupun perbankan di kawasan tersebut.
Hal ini menyebabkan perdagangan di bursa saham cenderung bergerak dalam kisaran terbatas, sebagaimana terlihat di bursa Asia pada pagi ini. Meskipun demikian saham dengan basis pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan masih akan menjadi penopang penguatan indeks saham di Asia.
Dari Amerika Serikat (AS), semalam bursa saham di Wall Street menguat menyusul meningkatnya data penjualan perumahaan yang berada diatas ekspektasi pasar. Hal ini sedikit membantu sentimen perdagangan di bursa dunia.
Sebelumnya data indeks penjualan manufaktur di AS juga menggambarkan aktivitas yang terus membaik. Hal ini juga turut menopang sentimen positif di bursa saham, meski dalam jangka pendek.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




