Empat Bandara Kini Beroperasi Hingga Tengah Malam
Selasa, 3 Juli 2012 | 09:54 WIB
Sekarang semuanya beroperasi sejak pukul 06.00-24.00 WIB, atau selama 18 jam
Mulai bulan Juli ini, PT Angkasa Pura II (Persero) memperpanjang jam operasional empat bandara hingga pukul 24.00 WIB. Keempat bandara tersebut adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Bandara Supadio Pontianak, dan Bandara Minangkabau Padang.
Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi menjelaskan, sebelumnya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II dan Minangkabau hanya dibuka untuk penerbangan terakhir pada pukul 21.00 WIB, sedangkan Bandara Supadio hingga pukul 18.00 WIB.
”Sekarang semuanya beroperasi sejak pukul 06.00-24.00 WIB, atau selama 18 jam. Ini tentunya akan lebih memberikan keleluasaan bagi calon penumpang dalam mengatur waktu penerbangannya,” jelasnya melalui keterangan tertulis, hari ini.
Kebijakan melakukan perpanjangan jam operasional, imbuh Trisno, merupakan salah satu upaya PT Angkasa Pura II untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Hal tersebut mengingat pada kurun beberapa tahun ini jumlah penerbangan di keempat bandara itu terus mengalami peningkatan yang signifikan. Penambahan jam operasional terhadap bandara di Palembang, Pekanbaru, Pontianak, maupun Padang, telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator.
"Selain itu, telah disesuaikan pula dengan rekomendasi yang diberikan Air Traffic Services (ATS), serta rencana ekspansi yang dilakukan maskapai," jelas dia.
Trisno menambahkan, maskapai penerbangan nasional saat ini mengalami pertumbuhan cukup pesat. Hal itu ditandai dengan dilakukannya penambahan jumlah armada oleh sejumlah maskapai, baik untuk kebutuhan membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan dengan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara tujuan asal penerbangan (origin destination) terbesar. Secara otomatis, slot time penerbangan dari Soekarno-Hatta yang waktu operasionalnya dibuka nonstop selama 24 jam pun harus ditambah.
Akan tetapi, penambahan slot time di Soekarno-Hatta yang sudah cukup padat saat ini, hanya bisa dilakukan di atas pukul 20.00 WIB. Karenanya, bandara lain yang terhubung harus menambah jam operasionalnya agar dapat mendukung Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan redistribusi slot time untuk mengurangi kepadatan jadwal penerbangan pada jam-jam tertentu.
Atas dasar itu, dia menegaskan, perpanjangan jam operasional di keempat bandara memang sudah semestinya dilakukan agar dapat memberikan pelayanan maksimal.
”Jika tidak, pastinya maskapai tidak akan dapat dilayani,” jelasnya.
Sebagai contoh, Trisno menambahkan, pada musim liburan sekolah dan menjelang masa pelaksanaan Angkutan Lebaran 2012, sejumlah maskapai baik nasional maupun asing mengajukan cukup banyak permohonan penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.
”Lebih dari 40 permohonan extra flight masuk ke Soekarno-Hatta untuk musim liburan sekolah, dengan masa terbang akhir Juni hingga akhir Juli. Kota-kota tujuan terbanyak adalah Kendari, Ujung Pandang serta
Denpasar,” jelasnya.
Sementara permintaan extra flight untuk masa Angkutan Lebaran yang diprediksi jatuh pada Bulan Agustus 2012, telah mencapai lebih dari 100 permohonan yang didominasi maskapai penerbangan asing untuk rute penerbangan internasional.
Maskapai tersebut antara lain Qantas Airways sebanyak 2 flights, Singapore Airlines (20 flights), Tiger Air (10 flights), Korean Air (2 flights), Value Air (6 flights), China Southern (8 flights), serta Cathay Pacific (27 flights).
”Untuk maskapai nasional, permintaan extra flights Lebaran saat ini masih didominasi Garuda Indonesia dengan 46 flights tujuan Padang, Jogjakarta, Denpasar dan Singapura. Ada kemungkinan akan ada peningkatan nantinya,” paparnya.
Menurut Trisno, Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 51,5 juta pergerakan penumpang sepanjang tahun 2011, selama ini menjadi kontributor tertinggi pergerakan penumpang menuju Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Padang, maupun kota-kota besar lain di
Indonesia. Namun untuk saat ini, Angkasa Pura II baru menerapkan perpanjangan jam operasional terhadap empat bandara di kota yang disebutkannya itu. Penyesuaian pada bandara lain, menurutnya, akan dilakukan mengikuti tren pertumbuhan serta kesiapan infrastruktur bandara terkait yang antara lain meliputi ketersediaan kapasitas terminal, apron, serta sumberdaya manusia.
”Secara infrastruktur, keempat bandara yang kita tambah jam operasionalnya telah siap. Pengembangan kapasitas, khususnya terminal penumpang di Palembang, Pontianak dan Pekanbaru, sudah masuk tahap penyelesaian. Untuk Bandara Minangkabau, pengembangannya sudah diselesaikan sejak 2011," kata dia.
Selain keempat bandara tersebut, sebelumnya PT Angkasa Pura II telah membuka pelayanan jam operasional selama 24 jam terhadap pada tiga bandara lain, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Bandara Polonia di Medan.
Mulai bulan Juli ini, PT Angkasa Pura II (Persero) memperpanjang jam operasional empat bandara hingga pukul 24.00 WIB. Keempat bandara tersebut adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Bandara Supadio Pontianak, dan Bandara Minangkabau Padang.
Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi menjelaskan, sebelumnya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II dan Minangkabau hanya dibuka untuk penerbangan terakhir pada pukul 21.00 WIB, sedangkan Bandara Supadio hingga pukul 18.00 WIB.
”Sekarang semuanya beroperasi sejak pukul 06.00-24.00 WIB, atau selama 18 jam. Ini tentunya akan lebih memberikan keleluasaan bagi calon penumpang dalam mengatur waktu penerbangannya,” jelasnya melalui keterangan tertulis, hari ini.
Kebijakan melakukan perpanjangan jam operasional, imbuh Trisno, merupakan salah satu upaya PT Angkasa Pura II untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Hal tersebut mengingat pada kurun beberapa tahun ini jumlah penerbangan di keempat bandara itu terus mengalami peningkatan yang signifikan. Penambahan jam operasional terhadap bandara di Palembang, Pekanbaru, Pontianak, maupun Padang, telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator.
"Selain itu, telah disesuaikan pula dengan rekomendasi yang diberikan Air Traffic Services (ATS), serta rencana ekspansi yang dilakukan maskapai," jelas dia.
Trisno menambahkan, maskapai penerbangan nasional saat ini mengalami pertumbuhan cukup pesat. Hal itu ditandai dengan dilakukannya penambahan jumlah armada oleh sejumlah maskapai, baik untuk kebutuhan membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan dengan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara tujuan asal penerbangan (origin destination) terbesar. Secara otomatis, slot time penerbangan dari Soekarno-Hatta yang waktu operasionalnya dibuka nonstop selama 24 jam pun harus ditambah.
Akan tetapi, penambahan slot time di Soekarno-Hatta yang sudah cukup padat saat ini, hanya bisa dilakukan di atas pukul 20.00 WIB. Karenanya, bandara lain yang terhubung harus menambah jam operasionalnya agar dapat mendukung Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan redistribusi slot time untuk mengurangi kepadatan jadwal penerbangan pada jam-jam tertentu.
Atas dasar itu, dia menegaskan, perpanjangan jam operasional di keempat bandara memang sudah semestinya dilakukan agar dapat memberikan pelayanan maksimal.
”Jika tidak, pastinya maskapai tidak akan dapat dilayani,” jelasnya.
Sebagai contoh, Trisno menambahkan, pada musim liburan sekolah dan menjelang masa pelaksanaan Angkutan Lebaran 2012, sejumlah maskapai baik nasional maupun asing mengajukan cukup banyak permohonan penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.
”Lebih dari 40 permohonan extra flight masuk ke Soekarno-Hatta untuk musim liburan sekolah, dengan masa terbang akhir Juni hingga akhir Juli. Kota-kota tujuan terbanyak adalah Kendari, Ujung Pandang serta
Denpasar,” jelasnya.
Sementara permintaan extra flight untuk masa Angkutan Lebaran yang diprediksi jatuh pada Bulan Agustus 2012, telah mencapai lebih dari 100 permohonan yang didominasi maskapai penerbangan asing untuk rute penerbangan internasional.
Maskapai tersebut antara lain Qantas Airways sebanyak 2 flights, Singapore Airlines (20 flights), Tiger Air (10 flights), Korean Air (2 flights), Value Air (6 flights), China Southern (8 flights), serta Cathay Pacific (27 flights).
”Untuk maskapai nasional, permintaan extra flights Lebaran saat ini masih didominasi Garuda Indonesia dengan 46 flights tujuan Padang, Jogjakarta, Denpasar dan Singapura. Ada kemungkinan akan ada peningkatan nantinya,” paparnya.
Menurut Trisno, Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 51,5 juta pergerakan penumpang sepanjang tahun 2011, selama ini menjadi kontributor tertinggi pergerakan penumpang menuju Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Padang, maupun kota-kota besar lain di
Indonesia. Namun untuk saat ini, Angkasa Pura II baru menerapkan perpanjangan jam operasional terhadap empat bandara di kota yang disebutkannya itu. Penyesuaian pada bandara lain, menurutnya, akan dilakukan mengikuti tren pertumbuhan serta kesiapan infrastruktur bandara terkait yang antara lain meliputi ketersediaan kapasitas terminal, apron, serta sumberdaya manusia.
”Secara infrastruktur, keempat bandara yang kita tambah jam operasionalnya telah siap. Pengembangan kapasitas, khususnya terminal penumpang di Palembang, Pontianak dan Pekanbaru, sudah masuk tahap penyelesaian. Untuk Bandara Minangkabau, pengembangannya sudah diselesaikan sejak 2011," kata dia.
Selain keempat bandara tersebut, sebelumnya PT Angkasa Pura II telah membuka pelayanan jam operasional selama 24 jam terhadap pada tiga bandara lain, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Bandara Polonia di Medan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




