AUX Jajaki Pasar AC Komersial di Indonesia

AUX Jajaki Pasar AC Komersial di Indonesia
Untuk menjajaki pasar AC komersial di Indonesia, AUX sebagai produsen AC terbesar di dunia yang berpusat di Ningbo, Tiongkok, menggandeng PT Sumber Bangun Sarana (SBS) sebagai distributor AC komersial di Indonesia. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 6 November 2019 | 17:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pesatnya pembangunan properti di Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi AUX Air Conditioner (AC) untuk meramaikan pasar AC komersial di Indonesia. Meskipun pasar AC komersial di Indonesia telah dipadati beragam merek dari Jepang, Korea, Tiongkok, dan negara lainnya.

Untuk menjajaki pasar AC komersial di Indonesia, AUX sebagai produsen AC terbesar di dunia yang berpusat di Ningbo, Tiongkok, menggandeng PT Sumber Bangun Sarana (SBS) sebagai distributor AC komersial di Indonesia.

Sales Director AUX Commercial Air Conditioner, Jerry Wang, mengakui, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, merupakan pangsa pasar yang sangat potensial.

"Dengan menggandeng SBS, kami yakin dapat memberikan produk AC berkualitas tinggi dengan teknologi terkini dan harga yang kompetitif sehingga memberikan value yang terbaik kepada konsumen," ujar Jerry Wang, kepada Beritasatu.com, Rabu (6/11/2019).

Jerry mengatakan, produk AC tersebut diantaranya AC tipe Variable Refrigerant Flow (VRF) seri ARV6 dengan terknologi inverter untuk menjawab kebutuhan pendingin proyek komersil di Indonesia seperti gedung kantor, apartemen, hotel dan restoran.

"Kehadiran AUX Air Conditioner sebagai salah satu perusahaan AC terbesar di dunia siap menjawab kebutuhan AC komersil di Indonesia," tegas Jerry.

Sales Manager SBS, Thomas Widiarto, menambahkan, pihaknya memahami pesatnya pembangunan di Indonesia perlu didukung produk pendingin yang nyaman, efisien, ramah lingkungan dan kompetitif dari segi biaya.

"Selain menawarkan produk yang berkualitas tinggi, memiliki teknisi dan engineer berkualifikasi dan berpengalaman untuk memberikan service yang terbaik kepada konsumen. Sebagai pendatang baru, kami targetkan penjualan AUX Air Conditioner untuk segmen komerrsial sekitar Rp 50 miliar setahun," jelas Thomas.

Untuk menggarap pasar di Indonesia, SBS telah menyiapkan berbagai strategi. Dari segi harga misalnya, menurut Thomas AUX berani bersaing dengan merek-merek AC ternama yang sudah ada di Indonesia.

"Pastinya kami akan mematok harga yang bersaing, mengingat mendapat support dari produsen langsung untuk bersaing di Indonesia," kata Thomas.



Sumber: BeritaSatu.com