Perdagangan Berjangka Komoditi Tak Terpengaruh Corona
Selasa, 17 Maret 2020 | 13:58 WIBJakarta, Beritasatu.com –Ditengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya baik akibat pandemik virus corona atau Covid-19 , para pelaku sektor perdagangan berjangka komoditi justru masih memberikan optimismenya di tahun 2020. Perdagangan berjangka komoditi tdak terpengaruh isu virus corona
Data volume transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sepanjang tahun 2019 dan didaftarkan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, di sektor perdagangan berjangka komoditi (PBK) rata-rata transaksi harian mencapai 30.552 lot (exclude Single Stock). Transaksi trersebut meliputi Komoditi SPA sebesar 63,80%, Index 7,83%, Currrency 9,63%, Primer 18,41%, dan Single Stock 0,32%.
Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 5.436 lot. Sedangkan untuk Gula Kristal Rafinasi, Volume transaksi selama tahun 2019 mencapai 19.429 lot.
Sedangkan dalam 2 bulan pertama di tahun 2020, rata-rata transaksi harian mencapai 40.286,4 lot (exclude Single Stock). Transaksi trersebut meliputi Komoditi SPA sebesar 69.41%, Index 8.05%, Currrency 7.42%, Primer 15.01% dan Single Stock 0.03%. Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan Volume transaksi 2,939 lot.
"Kami masih optimis sebab Covid-19 menambah ketidakpastian dalam investasi dan perdagangan, akibatnya harga komoditi bergejolak semakin lebar. Ada yang turun tajam, ada yang naik tajam. Hal ini membuka peluang buat hedger dan spekulator untuk memanfaatkan produk-produk berjangka kami. Ini bisa dilihat dalam volume rata-rata harian selama dua bulan pertama yang sangat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dan kami masih yakin, tahun 2020 akan ada pertumbuhan sebesar 15% dibandingkan tahun 2019," kata Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFXJ Stephanus Paulus Lumintang, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2020)
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, mengatakan, secara nasional, mungkin isu Corona akan memberikan pengaruh. Tapi dari sektor perdagangan berjangka komoditi, kami melihat bahwa persoalan Corona tidak akan mengganggu terlalu jauh teradap kinerja perdagangan berjangka komoditi.
"Data perdagangan yang terlihat positif dan terus mengalami pertumbuhan. Dengan peran serta semua stakeholder, kami masih optimis, pertumbuhan di perdagangan berjangka komoditi di tahun 2020 bisa lebih dari 15% dibandingkan tahun 2019," kata Fajar.
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), yang berperan sebagai lembaga kliring dan penjaminan traksaksi di perdagangan berjangka komoditi, terus melakukan langkah untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor perdagangan berjangka komoditi ini.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, di tahun 2020, selain di trasaksi perdagangan berjangka komoditi, sektor pasar fisik kami proyeksikan juga akan tumbuh. Masuknya komoditas Timah batangan di pasar fisik, diperkirakan juga akan menggairahkan perdagangan di bursa komoditi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




