BRI Hadirkan BRILSP untuk Ciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global
Rabu, 23 September 2020 | 20:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank BRI (BBRI) yang memiliki visi untuk menjadi "The Most Valuable Bank In South East Asia & Home To The Best Talent" berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang bersaing dan unggul. Untuk itu, Bank BRI secara resmi meluncurkan lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang disebut BRILSP. BRILSP merupakan LSP perbankan pertama yang telah berdiri sejak 29 Oktober 2019 dan telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat yang dikeluarkan lembaga ini telah diakui secara nasional di Indonesia dan Asia Tenggara.
Direktur Utama Bank BRI, Sunarso dalam keterangan tertulis menyatakan upaya mengembangkan kompetensi SDM sejalan dengan cita-cita Presiden Joko Widodo, yakni SDM unggul akan membuat Indonesia maju. BRI harus menyiapkan talenta-talenta dengan tiga kriteria unggul, yakni intelligentsia capital yang kuat, psychology capital yang baik, dan social capital yang tinggi.
"Memang BRI kebanyakan melayani nasabah yang UMKM, maka operational cost-nya tinggi. Jadi dua yang kita transformasi, yaitu digital dan culture. Pendek kata, kunci dari transformasi itu di culture-nya, di human capital-nya. Membangun human capital itu membangun culture, tidak bisa mengandalkan sistem, tetapi relay pada sistem," ujar Sunarso saat peluncuran BRILSP secara daring di Jakarta, Rabu (23/9/2020).
Menurut Sunarso, bekerja di BRI harus menjadi game yang menarik dan pekerja berkompetisi mengikuti aturan main yang menarik. Untuk itu, tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem dan aturan main. "Karena nasib teman-teman semua dari level atas sampai bawah itu seharusnya bergantung dari dirinya sendiri. Karena itu, saya ingin semua orang mengeluarkan potensinya, maka tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem. Programnya adalah membangun sistem supaya masing-masing individu mampu merencanakan suksesnya sendiri dan semua transparan dan kredibel," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Human Capital BRI Herdy Harman menyatakan komitmen untuk mengembangkan kompetensi SDM dilakukan sejak proses perekrutan. "Dalam proses rekrutmen, Bank BRI memperhatikan banyak hal, mulai dari karakter berupa intelligentsia capital, psychology capital, dan social capital. Pada sisi potensi di masa depan, Bank BRI memperhatikan future ready competence, seperti kompetensi yang dilihat dari sisi creative, innovative, data driven, adaptive, collaborative, digital library maupun achievement orientation," ujarnya.
Menurutnya, BRILSP mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga akan memiliki added value dan daya saing bagi para pekerja BRI Group. BRILSP memiliki 22 skema uji kompetensi, 31 asesor yang siap melakukan pengujian kompetensi dengan target peserta uji sebanyak 33.046. Jumlah tersebut bisa bertambah sesuai pengembangan skema sertifikasi dan target peserta dari semua BRI Group.
Kehadiran BRILSP diharapkan menambah kekuatan BRI dalam megembangkan SDM yang kompeten dan ahli dalam setiap bidang tugasnya. Dalam mencari talenta-telenta terpilih, Bank BRI secara proaktif melakukan talent scouting ke berbagai universitas terbaik di Indonesia, bahkan hingga keluar negeri dengan berbagai program, seperti scholarship, internship, dan contest.
BACA JUGA
BRI Catat Pertumbuhan Kredit 5,23%
Bank BRI, lanjut Herdy Harman, juga membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik di wilayah timur Indonesia dan juga memberi kesempatan bagi difabel. Program rekrutmen dilakukan di beberapa channel dan melalui berbagai progra, seperti BFLP (Brilian Future Leader Program), BNLP (Brilian Next Leader Program), dan BBOP (Brilian Banking Officer Program).
BRI Corporate University
Program seleksi yang sistematis akan menjaring para bintang yang mumpuni secara akademis dan nonakademis atau social behavior, juga memiliki prestasi dan perilaku yang fit dengan culture perusahaan. "Melalui berbagai inisiatif komunikasi untuk membangun employee branding, BRI berupaya menarik para talenta terbaik untuk bergabung membangun bangsa. Bank BRI juga didukung oleh learning organization yang mumpuni dan terintegrasi lewat BRI Corporate University yang merupakan pengejawatahan kawah candradimuka bagi talenta-talenta brilian," ujar Herdy.
Sistem pendidikan yang dibangun diselaraskan dengan perkembangan bisnis terkini sekaligus mampu menjawab tantangan masa depan. Pemanfaatan platform digital yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja telah dikombinasikan dengan knowledge management system serta didukung oleh subject matter expert akan memperkuat peran BRI Corporate University dalam mencetak pemimpin-pemimpin masa depan.
"Untuk mengawal performance driven culture, Direktorat Human Capital Bank BRI menyusun performance management yang objektif dan akuntabel melalui penetapan key performance indicator setiap individu yang sejalan dengan misi perusahaan," ujarnya.
Talent management system yang akuntabel juga dirancang dengan data driven yang komperhensif, sehingga proses identification (talent mapping), selection (talent committee), development (program pendidikan), dan succession (talent pool) dapat dilakukan secara valid dalam suatu sistem yang disebut Brilliance. "Sistem ini akan sangat membantu manajemen untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis terkait talent management secara akurat. Saya percaya bahwa talenta hebat tidak akan muncul secara tiba–tiba, melainkan hanya dapat terbentuk apabila dilakukan sesuai sistem, mulai dari menemukannya, mengembangkannya dan me-retain-nya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, akademisi, korporasi, komunitas, dan pemerintah." tutup Herdy Harman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




