Pembangunan Infrastruktur Migas Harus Didukung Pasokan dan Pasar Terukur
Selasa, 3 November 2020 | 14:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Menteri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, infrastruktur merupakan salah satu kunci dalam pengembangan bisnis minyak dan gas (migas). Untuk itu, perusahaan migas harus memastikan sumber pasokan serta potensi pasar yang akan menyerap energi tersebut, sebelum membangun infrastruktur.
"Selanjutnya, aspek teknologi dan komersial akan menjadi faktor penentu, apakah infrastruktur yang dibangun tersebut mampu menciptakan multiplier bisnis secara maksimal dalam kurun waktu tertentu kepada pelaku ekonomi," kata Arcandra yang juga Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ini dalam unggahan di laman instagramnya @arcandra.tahar, Selasa (3/11/2020).
Arcandra menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 pada berkurangnya konsumsi energi, membuat PGN menjalankan efisiensi sebaik mungkin. Proses efisiensi telah dimulai sejak awal, yaitu ketika sebuah proyek infrastruktur akan dibangun. Tim di internal PGN akan merumuskan dan menentukan terlebih dahulu beberapa aspek strategis dan teknis yang harus dilalui sampai akhirnya bisnis berjalan secara optimal. "Di awal, harus ditentukan target bisnis proyek tersebut secara jelas, terukur berdasarkan data yang valid. Deadline dan milestone yang akan dicapai harus clear dengan didukung oleh pemahaman yang matang terhadap pasar atau konsumen," jelasnya.
Sebelum kontruksi infrastruktur dibangun, tim proyek harus melalui beberapa fase strategis. Seperti identifikasi partner atau eksisting klien yang memungkinkan menjadi bagian dari target proyek baru tersebut. Jika konsumen proyek itu sudah tidak ada masalah, langsung dilakukan pengikatan kerja sama melalui nota kesepahaman.
Fase berikutnya, Arcandra mengungkapkan, harus dilakukan secara disiplin dan ketat. Hal ini untuk memastikan bahwa sebuah proyek infrastruktur yang dibangun tidak saja memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga mampu memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung ekspansi berikutnya. "Catatan pentingnya, menentukan teknologi, strategi kontrak, estimasi capex dan opex serta opsi pembiayaan akan menjadi bagian dari fase krusial dalam pembangunan sebuah proyek infratruktur," ujarnya.
Mantan anggota Kabinet Kerja 2016-2019 ini menegaskan, faktor teknologi dan aspek komersial inilah yang kini dikedepankan oleh PGN dalam memutuskan sebuah proyek infrastruktur migas. Hasilnya juga telah terbukti efektif. Pada proyek infrastruktur pipa minyak ke blok Rokan, PGN bisa menghemat biaya US$ 150 juta atau lebih Rp 2,1 triliun.
Beberapa proyek infrastruktur yang akan dibangun PGN juga didorong untuk semakin efisien. Strategi bisnis yang dikembangkan tetap mengedepankan optimalisasi teknologi dan komersial serta adanya kepastian pasokan dan konsumen yang akan menjadi target pasarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 Berkat Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025
EKONOMI
Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
EKONOMIBERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




