Kongres ISEI Soroti Pelaksanaan Otda
Selasa, 2 Oktober 2012 | 11:02 WIB
ISEI menggelar kongresnya terakhir kali pada tahun 1984.
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) kembali menggelar kongres ke- XVIII pada 2-4 Oktober di Yogyakarta, setelah hampir 28 tahun vakum.
ISEI menggelar kongresnya terakhir kali pada tahun 1984
"Kongres akan menyoroti persoalan otonomi daerah," kata Ketua Panitia Pelaksana Prof Edi Suandi Hamid di Yogyakarta, hari ini.
Dia menegaskan, pelaksanaan Otonomi Daerah (Otda) harus dievaluasi. Nantinya, hasil diskusi akan diambil kesimpulan.
"Kesimpulan tersebut akan kami serahkan kepada pemerintah, sebagai bahan masukan, sebab kita ketahui bersama, pelaksanaan Otda bukannya tidak bermasalah,” katanya.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga menegaskan, maraknya pemekaran daerah pasca reformasi dan kemudian dilebur kembali karena dianggap tidak berhasil.
"Itu, tetap saja memunculkan masalah, termasuk pembengkakan anggaran negara," kata Edi.
Karena itu, lanjut Edi, untuk mencari benang-merah antara pelaksanaan Otda dengan kebijakan fiskal negara, Anggito Abimanyu juga akan berbicara soal Desentralisasi Fiskal.
Pada Rabu (3/10) Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman, akan berbicara pada sesi awal, membahas topik ‘Satu Dasa Warsa Implementasi Otonomi Daerah'.
Kongres yang akan diikuti 800 peserta dari seluruh Indonesia itu juga akan dihadiri Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta dijadwalkan akan memberikan pidato sekaligus membuka acara malam ini.
Para peserta Kongres mewakili pengurus pusat, pengurus daerah, pemerintah daerah, dunia usaha dan perguruan tinggi. Selain itu, pada saat yang sama juga dilakukan Kongres Persatuan Istri ISEI dengan melibatkan sekitar 200 orang.
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) kembali menggelar kongres ke- XVIII pada 2-4 Oktober di Yogyakarta, setelah hampir 28 tahun vakum.
ISEI menggelar kongresnya terakhir kali pada tahun 1984
"Kongres akan menyoroti persoalan otonomi daerah," kata Ketua Panitia Pelaksana Prof Edi Suandi Hamid di Yogyakarta, hari ini.
Dia menegaskan, pelaksanaan Otonomi Daerah (Otda) harus dievaluasi. Nantinya, hasil diskusi akan diambil kesimpulan.
"Kesimpulan tersebut akan kami serahkan kepada pemerintah, sebagai bahan masukan, sebab kita ketahui bersama, pelaksanaan Otda bukannya tidak bermasalah,” katanya.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga menegaskan, maraknya pemekaran daerah pasca reformasi dan kemudian dilebur kembali karena dianggap tidak berhasil.
"Itu, tetap saja memunculkan masalah, termasuk pembengkakan anggaran negara," kata Edi.
Karena itu, lanjut Edi, untuk mencari benang-merah antara pelaksanaan Otda dengan kebijakan fiskal negara, Anggito Abimanyu juga akan berbicara soal Desentralisasi Fiskal.
Pada Rabu (3/10) Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman, akan berbicara pada sesi awal, membahas topik ‘Satu Dasa Warsa Implementasi Otonomi Daerah'.
Kongres yang akan diikuti 800 peserta dari seluruh Indonesia itu juga akan dihadiri Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta dijadwalkan akan memberikan pidato sekaligus membuka acara malam ini.
Para peserta Kongres mewakili pengurus pusat, pengurus daerah, pemerintah daerah, dunia usaha dan perguruan tinggi. Selain itu, pada saat yang sama juga dilakukan Kongres Persatuan Istri ISEI dengan melibatkan sekitar 200 orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




