Dian Swastatika Sentosa Kuasai 19,9% Saham Smartfren
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dian Swastatika Sentosa Kuasai 19,9% Saham Smartfren

Selasa, 13 April 2021 | 16:57 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Emiten energi dan infrastruktur, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) telah mengonversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) saham emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang dimiliki menjadi saham dalam Smartfren. Dengan konversi ini, maka kepemilikan saham perseroan dan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 19,9%, lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 15%.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/4/2021), Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, Susan Chandra menjelaskan bahwa saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 April 2021. Adapun investasi ini akan dicatatkan dalam laporan posisi keuangan perseroan sesuai dengan nilai pasar saham tersebut.

Sebelumnya, pada 22 September tahun lalu Dian Swastatika Sentosa dan entitas anak juga telah mengkonversi sebagian obligasi OWK Smartfren Telecom, sehingga kepemilikan saham perseroan dan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 15%.

Sementara itu, Smartfren telah menuntaskan pelaksanaan konversi atas OWK II dan III menjadi 39 miliar saham seri C, dengan harga nominal saham dan nilai pelaksanaan Rp 100 per saham atau Rp 3,9 triliun, pada Senin, 12 April 2021.

Smartfren menegaskan bahwa rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Agustus 2020.

Sebelumnya, Smartfren Telecom juga telah menukar OWK II dan III menjadi 34 miliar saham seri C pada 22 September 2020. Nilai transaksi dalam pelaksanaan konversi OWK tersebut mencapai Rp 3,4 triliun.

Dengan begitu, secara akumulasi, Smartfren Telecom telah menukar OWK II dan III menjadi 73 miliar saham dari total OWK sebanyak 80 miliar saham. Jumlah tersebut setara 91,25% dari keseluruhan OWK.

Sebagai informasi, Smartfren Telecom menerbitkan OWK senilai Rp 8 triliun atau sebanyak 80 miliar saham pada 2014 dan 2017. Penerbitan OWK ini merupakan strategi Smartfren Telecom dalam menambah modal dan melunasi utang.

Para pemegang OWK II Smartfren tahun 2014 adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Dian Ciptamas Agung, Boquete Group SA, PT Nusantara Indah Cemerlang, PT Andalan Satria Permai, PT DSSE Energi Mas Utama, dan Hilmas Coal Pte Ltd. Nilai keseluruhan OWK tahun 2014 mencapai Rp 3 triliun.

Sementara itu, pemegang OWK III Smartfren Telecom tahun 2017 adalah Cascade Gold Ltd, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Boquete Group SA, dan PT Nusantara Indah Cemerlang dengan nilai mencapai Rp 5 triliun. Per akhir Maret 2021, struktur pemegang saham Smartfren Telecom terdiri dari PT Global Nusa Data sebesar 30,30%, PT Wahana Inti Nusantara 18,50%, PT Bali Media Telekomunikasi 12,50%, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 12,20%, dan masyarakat 26,70%

Sepanjang tahun 2020, Smartfren yang merupakan unit usaha Grup Sinar Mas meraup pendapatan usaha Rp 9,41 triliun. Pendapatan ini melesat 34,62% jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai Rp 6,99 triliun.

Sementara beban usaha perseroan meningkat 9,69%. Alhasil, kerugian usaha Smartfren menciut hingga 65,92% menjadi Rp 784,67 miliar. Tapi, beban bunga dan keuangan Smartfren naik 2,27 kali lipat menjadi Rp 850,79 miliar. Alhasil, Smartfren mencatat kerugian bersih Rp 1,52 triliun atau menyusut 30,59% secara tahunan dari sebelumnya Rp 2,19 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Perlu Kebijakan Komprehensif Capai Transisi Energi Transportasi

Indonesia telah meratifikasi regulasi penggunaan mobil listrik berupa insentif pajak untuk mencapai target transisi energi.

EKONOMI | 13 April 2021

Airlangga: Kebijakan Satu Peta Bantu Penyelesaian Konflik Penguasaan Lahan

Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah selalu berkomitmen untuk memprioritaskan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dari hulu hingga hilir.

EKONOMI | 13 April 2021

Bursa Eropa Datar, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Indeks Stoxx600 Eropa naik 0,24%, DAX Jerman naik 0,26%, FTSE Inggris turun 0,02%, CAC Prancis naik 0,29%, FTSE MIB Italia naik 0,44%.

EKONOMI | 13 April 2021

BKPM Gandeng China ENFI Bangun Industri Smelter Tembaga

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut baik dan mengapresiasi China ENFI atas minat investasinya di industri smelter tembaga di Kab. Fakfak, Papua Barat.

EKONOMI | 13 April 2021

Kembali Melemah, IHSG Ditutup di 5.927,4

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,36% ke 5.927,4 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (13/4/2021).

EKONOMI | 13 April 2021

Ikut Hannover Messe, Pertamina Tampilkan Dukungannya dalam Pembangunan Hijau

Di Hannover Messe, Pertamina tampilkan konversi kilang untuk memproduksi green fuel dan listrik tenaga surya.

EKONOMI | 13 April 2021

Pandemi, Sanurhasta Mitra Bukukan Rugi Rp 9,8 M

Sanurhasta Mitra mencatat rugi sebesar Rp 9,78 miliar dibandingkan periode sama pada tahun 2019 yang mencatatkan laba bersih sejumlah Rp 1,08 miliar.

EKONOMI | 13 April 2021

Pemerintah Dorong Insinyur Mendukung Program Sejuta Rumah

Dalam Program Sejuta Rumah, peran insinyur sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang layak dengan struktur dan konstuksi bangunan yang baik.

EKONOMI | 13 April 2021

Ekspor Tiongkok Tumbuh 30%, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,72%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,48%, Hang Seng Hong Kong naik 0,08%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,04%, Kospi naik 1,07%.

EKONOMI | 13 April 2021

Pandemi, Pendapatan Mitra Pinasthika Mustika Menurun 30%

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) bukukan penurunan pendapatan bersih mencapai 32,49% menjadi Rp 11,18 triliun pada 2020.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS