Dian Swastatika Sentosa Kuasai 19,9% Saham Smartfren
Selasa, 13 April 2021 | 16:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Emiten energi dan infrastruktur, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) telah mengonversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) saham emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang dimiliki menjadi saham dalam Smartfren. Dengan konversi ini, maka kepemilikan saham perseroan dan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 19,9%, lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 15%.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/4/2021), Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, Susan Chandra menjelaskan bahwa saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 April 2021. Adapun investasi ini akan dicatatkan dalam laporan posisi keuangan perseroan sesuai dengan nilai pasar saham tersebut.
Sebelumnya, pada 22 September tahun lalu Dian Swastatika Sentosa dan entitas anak juga telah mengkonversi sebagian obligasi OWK Smartfren Telecom, sehingga kepemilikan saham perseroan dan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 15%.
Sementara itu, Smartfren telah menuntaskan pelaksanaan konversi atas OWK II dan III menjadi 39 miliar saham seri C, dengan harga nominal saham dan nilai pelaksanaan Rp 100 per saham atau Rp 3,9 triliun, pada Senin, 12 April 2021.
Smartfren menegaskan bahwa rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Agustus 2020.
Sebelumnya, Smartfren Telecom juga telah menukar OWK II dan III menjadi 34 miliar saham seri C pada 22 September 2020. Nilai transaksi dalam pelaksanaan konversi OWK tersebut mencapai Rp 3,4 triliun.
Dengan begitu, secara akumulasi, Smartfren Telecom telah menukar OWK II dan III menjadi 73 miliar saham dari total OWK sebanyak 80 miliar saham. Jumlah tersebut setara 91,25% dari keseluruhan OWK.
Sebagai informasi, Smartfren Telecom menerbitkan OWK senilai Rp 8 triliun atau sebanyak 80 miliar saham pada 2014 dan 2017. Penerbitan OWK ini merupakan strategi Smartfren Telecom dalam menambah modal dan melunasi utang.
Para pemegang OWK II Smartfren tahun 2014 adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Dian Ciptamas Agung, Boquete Group SA, PT Nusantara Indah Cemerlang, PT Andalan Satria Permai, PT DSSE Energi Mas Utama, dan Hilmas Coal Pte Ltd. Nilai keseluruhan OWK tahun 2014 mencapai Rp 3 triliun.
Sementara itu, pemegang OWK III Smartfren Telecom tahun 2017 adalah Cascade Gold Ltd, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Boquete Group SA, dan PT Nusantara Indah Cemerlang dengan nilai mencapai Rp 5 triliun. Per akhir Maret 2021, struktur pemegang saham Smartfren Telecom terdiri dari PT Global Nusa Data sebesar 30,30%, PT Wahana Inti Nusantara 18,50%, PT Bali Media Telekomunikasi 12,50%, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 12,20%, dan masyarakat 26,70%
Sepanjang tahun 2020, Smartfren yang merupakan unit usaha Grup Sinar Mas meraup pendapatan usaha Rp 9,41 triliun. Pendapatan ini melesat 34,62% jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai Rp 6,99 triliun.
Sementara beban usaha perseroan meningkat 9,69%. Alhasil, kerugian usaha Smartfren menciut hingga 65,92% menjadi Rp 784,67 miliar. Tapi, beban bunga dan keuangan Smartfren naik 2,27 kali lipat menjadi Rp 850,79 miliar. Alhasil, Smartfren mencatat kerugian bersih Rp 1,52 triliun atau menyusut 30,59% secara tahunan dari sebelumnya Rp 2,19 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




