ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dibayangi Penghentian Vaksin J&J, Harga Minyak Mampu Menguat Dipicu Data Tiongkok

Rabu, 14 April 2021 | 06:46 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi minyak.
Ilustrasi minyak. (CNBC)

London, Beritasatu.com - Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Selasa atau Rabu pagi WIB (14/3/2021) karena menguatnya data impor Tiongkok. Namun reli harga minyak itu dibatasi kekhawatiran penghentian sementara vaksin Johnson & Johnson sehingga menunda pemulihan ekonomi dan membatasi permintaan minyak.

Minyak mentah berjangka Brent naik 64 sen, atau 1%, menjadi US$ 63,91 per barel, sementara minyak mentah berjangka AS naik 48 sen menjadi US$ 60,18 per barel.

"Kami telah melakukan perdagangan dalam kisaran tertentu, dan membutuhkan data permintaan yang jelas serta arahan stok AS untuk keluar dari palung ini," kata analis Price Futures Group, Phil Flynn di Chicago.

Ekspor Tiongkok tumbuh dengan kecepatan tinggi pada bulan Maret sehingga menjadi dorongan pemulihan ekonomi. Hal ini sejalan meningkatnya permintaan global di tengah kemajuan vaksinasi Covid-19. Pertumbuhan impor melonjak ke level tertinggi dalam 4 tahun. Impor minyak mentah ke Tiongkok melonjak 21% di bulan Maret dari titik terendah tahun sebelumnya karena kilang meningkatkan operasi.

ADVERTISEMENT

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan bulanannya Selasa (13/4/2021) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun 2021 sebesar 70.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya menjadi 5,95 juta barel per hari, atau 6,6%.

Faktor lain yang mendukung harga yakni stok minyak mentah AS diperkirakan turun untuk minggu ketiga berturut-turut, sementara persediaan minyak sulingan dan bensin kemungkinan tumbuh, menurut analis dalam jajak pendapat Reuters. Namun, produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan Senin (12/4/2021).

Lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi tambahan pasokan minyak dari Iran dalam beberapa bulan mendatang membatasi kenaikan harga.

Johnson & Johnson mengatakan akan menunda peluncuran vaksin Covid-19 di Eropa dan sedang meninjau kasus pembekuan darah setelah badan kesehatan federal AS merekomendasikan menghentikan sementara.

Gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke Arab Saudi, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah.

Sementara itu, Teheran mengatakan ledakan pada Minggu di situs nuklir utamanya adalah tindakan sabotase oleh musuh bebuyutan Israel dan bersumpah akan membalas dendam. "Kenaikan ketegangan geopolitik berdampak pada kenaikan signifikan harga minyak jika dibarengi dengan gangguan pasokan fisik yang sebenarnya," kata analis PVM dalam sebuah catatan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

EKONOMI
Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

EKONOMI
Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

EKONOMI
Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

EKONOMI
Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

EKONOMI
Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon