Covid-19 Buat Ancol Merugi Rp 392,83 Miliar
Rabu, 2 Juni 2021 | 13:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Terimbas pandemi Covid-19, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) catatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 392,83 miliar pada tahun 2020. Posisi ini berbanding terbalik dengan 2019 yang mencatatkan laba bersih hingga Rp 230,42 miliar.
Laba bruto pun tercatat menjadi hanya Rp 50 miliar pada 2020, jauh lebih rendah dari posisi 2019 yang sebesar Rp 701,37 miliar. Anjloknya laba bersih seiring dengan amblesnya pendapatan Ancol sebesar 69,51% dari tahun 2019 yang mencapai Rp 1,35 triliun menjadi hanya Rp 414,17 miliar pada sepanjang tahun 2020.
Manajemen menjelaskan, pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik serta berpengaruh signifikan terhadap bisnis dan kelangsungan usaha grup. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan grup.
"Saat ini dampak signifikan yang dialami grup adalah menurunnya jumlah pengunjung akibat adanya pembatasan kuota kunjungan per hari yang tercermin dari penurunan pendapatan tiket," tulis manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (2/6/2021).
Perkembangan dampak tersebut bergantung pada beberapa hal di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk menangani ancaman Covid-19, serta dampak faktor-faktor tersebut terhadap pegawai dan pelanggan grup. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki grup, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.
Seperti diketahui, selama pandemi manajemen Ancol Taman Impian memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung 25% dan menjadi 50%, bahkan pernah ditutup. Selain itu, pengunjung berusia di bawah 9 tahun dan lansia di atas 60 tahun hanya diperbolehkan memasuki kawasan pantai dan ruang terbuka hijau, namun tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Ancol unit rekreasi di wahana Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Pasar Seni Faunaland, dan Gondola.
Sementara, pos beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 364,17 miliar, sementara pada 2019 mencapai Rp 657,22 miliar. Beban penjualan pun turun menjadi Rp 11,91 miliar dari posisi Rp 45,34 miliar. Beban umum dan administrasi pun berkurang tetapi tetap besar sebesar Rp 206,71 miliar dari posisi Rp 248,76 miliar. Sedangkan, posisi beban lain seperti selisih kurs bersih meningkat menjadi rugi Rp 1,01 miliar dari posisi rugi Rp 776 juta. Beban lain-lain juga terkerek menjadi Rp 135,91 miliar dari posisi Rp 8,26 miliar.
Di sisi aset perseroan tercatat Rp 4,04 triliun turun tipis dari kondisi 2019 yang sebesar Rp 4,09 triliun. Penurunan terutama terjadi pada aset lancar yang menjadi Rp 464,72 miliar turun dari posisi Rp 648,65 miliar. Sementara, jumlah aset tidak lancar meningkat menjadi Rp 3,57 triliun dari posisi Rp 3,44 triliun.
Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan tahun 2020 tercatat meningkat menjadi Rp 2,28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,94 miliar. Peningkatan terjadi pada jumlah liabilitas jangka pendek yang menjadi Rp 1,57 triliun dari posisi 631,95 miliar. Sementara, jumlah liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp 710,39 miliar dari posisi Rp1,31 triliun.
Lebih lanjut, dengan jumlah ekuitas sebesar Rp 1,76 triliun turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,15 triliun. Posisi kas dan setara kas pada 2020 hanya Rp 33,15 miliar, sementara tahun lalu mencapai Rp 477,86 miliar.
Terkait komposisi pemegang saham, saat ini, komposisi pemegang saham dari emiten yang bergerak di bidang real estat dan pariwisata ini ialah Pemerintah DKI Jakarta 72%, PT Pembangunan Jaya 18,01%, dan masyarakat 9,99%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




