ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Kembali Alami Tekanan Jual

Sabtu, 15 Desember 2012 | 08:04 WIB
AB
B
Penulis: AFP/ Antara/ Whisnu Bagus | Editor: B1
Bursa saham AS
Bursa saham AS (AFP)
Jika gagal mencapai kesepakatan menghindari "jurang fiskal",  maka akan menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam jurang resesi.

Bursa saham Wall Street pada perdagangan semalam (Sabtu pagi WIB) terus mengalami sentimen negatif menyusul kekhawatiran tidak tercapainya kesepakatan penghematan untuk menekan defisit anggaran.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 35,71 poin (0,27 persen) menjadi 13.135,01. Sementara indeks S&P 500 turun 5,87 poin (0,41 persen) menjadi 1.413,58, adapun indeks komposit teknologi Nasdaq turun 20,83 poin (0,70 persen) menjadi 2.971,33.
 
Investor masih khawatir pemerintah pimpinan Barack Obama dan partai Republik tidak mencapai kesepakatan tentang kenaikan pajak bagi orang kaya dan pemotongan belanja yang rencananya akan ditetapkan pada Januari 2013.

Apalagi Gubernur bank sentral AS (the Fed) Bernanke memperingatkan bahwa bank sentral tidak mampu mengantisipasi Fiscal Cliff.

Jika Washington gagal mencapai kesepakatan untuk menghindari "jurang fiskal",  maka akan menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam jurang resesi.
 
"Kebuntuan di Washington soal anggaran dan pajak membuat investor hati-hati. Presiden Obama dan Ketua DPR Boehner bertemu tadi malam, namun padnangan kedua pihak tetap berbeda untuk menghindari jurang fiskal," kata analis Wells Fargo Advisors.
 
Akibat sentimen negatif tersebut, sektor teknologi terseret turun. Penurunan dipicu tergerusnya saham Apple, perusahaan dengan kapitalisasi pasar cukup besar, turun 3,8 persen pada hari peluncuran iPhone 5 di China. Para analis menilai, pelemahan  di tengah kekhawatiran kurangnya minat konsumen.
 
Discovery Communications naik 0,9 persen setelah mencapai kesepakatan US$1,7 miliar untuk membeli kelompok televisi Jerman ProSiebenSAT1 yang beroperasi di Skandinavia.
 
Sementara Best Buy kembali anjlok 14,7 persen karena peritel elektronik yang tengah bermasalah itu menyatakan, pendirinya Richard Schulze akan diberikan waktu sampai Februari untuk membuat tawaran pengambilalihan.
 
Raksasa farmasi Pfizer turun 0,6 persen. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jaga Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Jaga Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

MULTIMEDIA
Pengunduran Diri Pimpinan BEI dan OJK

Pengunduran Diri Pimpinan BEI dan OJK

MULTIMEDIA
IHSG Sepekan Kemarin

IHSG Sepekan Kemarin

MULTIMEDIA
Tunda Bayar Sukuk, WIKA Kembali Disuspensi oleh BEI

Tunda Bayar Sukuk, WIKA Kembali Disuspensi oleh BEI

EKONOMI
BEI Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Batas Minimal Free Float

BEI Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Batas Minimal Free Float

EKONOMI
Investor Domestik Diperkirakan Kuasai 70 Persen Pasar Saham

Investor Domestik Diperkirakan Kuasai 70 Persen Pasar Saham

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon