Meski Inflasi Melonjak, ECB Pertahankan Kebijakan Moneter
Jumat, 4 Februari 2022 | 05:37 WIB
Frangkurt, Beritasatu.com- Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mempertahankan kebijakan moneter uang longgar pada Kamis (3/2/2022), meskipun rekor inflasi di zona euro menempatkan lembaga yang berbasis di Frankfurt itu di bawah tekanan.
Tingkat inflasi secara tak terduga naik menjadi 5,1% di kawasan euro pada Januari 2022, menurut data resmi Eurostat yang dirilis Rabu (2/2/2022). Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sejak blok mata uang tersebut dimulai pada 1997, atau 0,1 poin lebih tinggi dari Desember 2021 dan jauh di atas target 2% yang ditetapkan ECB.
Kenaikan tajam harga telah mendorong bank sentral lain untuk bertindak. Bank sentral Inggris (BoE) telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan hingga seperempat poin menjadi 0,5% pada pertemuan di hari yang sama.
Baca Juga: Lagi, Bank Sentral Inggris Naikkan Suku Bunga Jadi 0,5%
Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed AS) diperkirakan segera mengikuti langkah sama, setelah memberi sinyal beberapa kenaikan suku bunga tahun ini.
Namun pembuat kebijakan ECB membiarkan suku bunganya pada rekor terendah yakni suku bunga deposito negatif, yang membebani lembaga keuangan untuk memarkirkan uang mereka.
Meski pasar sudah memperkirakan keputusan mempertahankan kebijakan, tekanan pada ECB untuk mengetatkan kebijakan akan meningkat sepanjang tahun ini. Hal ini disampaikan Fritzi Koehler-Geib, kepala ekonom di lembaga pemberi pinjaman publik Jerman KfW.
Pengamat juga mengikuti pernyataan yang direncanakan Presiden ECB Christine Lagarde pada Kamis malam, untuk indikasi perubahan pemikiran di dalam bank sentral.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




