Citra Marga Nusaphala Jajaki Akuisisi Bank Mutiara
Kamis, 27 Desember 2012 | 08:09 WIB
Hari ini manajemen CMNP akan bertemu jajaran direksi dan komisaris Bank Mutiara untuk menindaklanjuti penawaran nonformal yang disampaikan dua minggu sebelumnya.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) tengah menjajaki akuisisi PT Bank Mutiara Tbk senilai Rp6,7 triliun sebagai langkah strategis operator jalan tol ini untuk ekspansi bisnis di sektor finansial.
Perseroan saat ini punya dana kas sedikitnya Rp1,1 triliun.
Menurut Direktur Utama Citra Marga Jusuf Hamka, rencananya hari ini manajemen perseroan akan bertemu jajaran direksi dan komisaris Bank Mutiara untuk menindaklanjuti penawaran nonformal yang disampaikan dua minggu sebelumnya.
“Kami diundang makan siang bersama seluruh jajaran direksi dan komisaris Bank Mutiara. Mereka mau mempresentasikan soal Bank Mutiara ke kami,” kata Jusuf Hamka di Jakarta, Rabu (26/12).
Jusuf mengaku, pihaknya berminat atas Bank Mutiara, sepanjang segala masalah politiknya terkait warisan lama ketika bernama Bank Century, masalah dengan investor lama, serta tuntutan nasabah Antaboga sudah terselesaikan.
Dia berharap, CMNP mendapat keistimewaan (privilege) dalam hal jangka waktu pembayaran karena harga akuisisi tidak bisa didiskon. “Kami berminat akuisisi asal tidak ada ongkos politiknya dan nasabah Antaboga yang tidak dibayar oleh Bank Mutiara tidak masuk dalam masalah ini. Jangan sampai nanti tiap hari kita didemo, kan pusing juga kalau mereka demo di jalan tol,” kata Jusuf.
Jusuf menyadari nilai akuisisi Bank Mutiara sebesar Rp6,7 triliun bukanlah harga yang murah karena mencapai empat kali dari nilai buku (price to book value).
Salah satu daya tarik Bank Mutiara adalah sejumlah aset kredit bermasalah (NPL) yang bernilai strategis bagi CMNP. Bank ini memiliki aset NPL berupa satu perumahan seluas 200 hektare dengan 1.000 rumah di Serpong- Balaraja, dekat dengan proyek tol Serpong- Balaraja CMNP.
Pertimbangan lainnya, kata Jusuf, CMNP kerap kali ditawari banyak bank untuk menempatkan dana deposito. Dia beranggapan akan lebih baik apabila CMNP memiliki bank sendiri. “Dengan memiliki bank sendiri, perseroan bisa mengetahui ke mana dana depositonya diinvestasikan. Selain itu, perseroan
lebih mudah memperoleh pembiayaan untuk ekspansi,” tuturnya.
Jusuf mengatakan, akuisisi Bank Mutiara bisa dilakukan langsung oleh CMNP atau lewat pribadi-pribadi pemegang sahamnya.
Direktur Keuangan CMNP Indrawan Sumantri menambahkan, CMNP memiliki dana kas Rp1,1 triliun yang dipakai untuk akuisisi.
Bank Mutiara (BCIC) mayoritas sahamnya (99 persen) dimiliki oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebab, pada 2008, ketika masih bernama Bank Century, bank ini mendapat suntikan dana talangan senilai Rp6,7 triliun. Sesuai UU LPS, lembaga ini wajib menjual Bank Mutiara dalam waktu lima tahun dengan nilai minimal Rp6,7 triliun.
Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara mengatakan, masa penawaran divestasi Bank Mutiara akan dibuka kembali tahun depan. “Tunggu Januari atau Februari ya,” ujar dia melalui pesan singkatnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menambahkan, pihaknya belum mendengar rencana CMNP untuk mengakuisisi Bank Mutiara. LPS tetap melanjutkan upaya divestasi Bank Mutiara pada Januari 2013.
Direktur Keuangan LPS sekaligus Ketua Tim Penjualan Bank Mutiara Mirza Mochtar mengungkapkan, hingga kini proses penjualan belum dibuka lagi dan direncanakan baru dibuka lagi pada Januari 2013.
“Seperti proses sebelumnya, semua peminat harus memenuhi persyaratan dan prosedur lelang. Dengan demikian, tidak ada proposal yang diterima sebelum proses penjualan dimulai,” kata Mirza.
Pada penawaran sebelumnya LPS tidak meluluskan tiga calon investor peminat Mutiara karena tidak memenuhi syarat.
Direktur Utama Bank Mutiara Mar yono mengatakan, sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan CMNP terkait akuisisi itu. Namun, dia membenarkan akan adanya pertemuan dengan manajemen CMNP hari ini.
Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir pernah mengaku tertarik untuk memiliki Bank Mutiara. Namun, harga penawaran bank tersebut masih terlalu mahal untuk diakuisisi.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) tengah menjajaki akuisisi PT Bank Mutiara Tbk senilai Rp6,7 triliun sebagai langkah strategis operator jalan tol ini untuk ekspansi bisnis di sektor finansial.
Perseroan saat ini punya dana kas sedikitnya Rp1,1 triliun.
Menurut Direktur Utama Citra Marga Jusuf Hamka, rencananya hari ini manajemen perseroan akan bertemu jajaran direksi dan komisaris Bank Mutiara untuk menindaklanjuti penawaran nonformal yang disampaikan dua minggu sebelumnya.
“Kami diundang makan siang bersama seluruh jajaran direksi dan komisaris Bank Mutiara. Mereka mau mempresentasikan soal Bank Mutiara ke kami,” kata Jusuf Hamka di Jakarta, Rabu (26/12).
Jusuf mengaku, pihaknya berminat atas Bank Mutiara, sepanjang segala masalah politiknya terkait warisan lama ketika bernama Bank Century, masalah dengan investor lama, serta tuntutan nasabah Antaboga sudah terselesaikan.
Dia berharap, CMNP mendapat keistimewaan (privilege) dalam hal jangka waktu pembayaran karena harga akuisisi tidak bisa didiskon. “Kami berminat akuisisi asal tidak ada ongkos politiknya dan nasabah Antaboga yang tidak dibayar oleh Bank Mutiara tidak masuk dalam masalah ini. Jangan sampai nanti tiap hari kita didemo, kan pusing juga kalau mereka demo di jalan tol,” kata Jusuf.
Jusuf menyadari nilai akuisisi Bank Mutiara sebesar Rp6,7 triliun bukanlah harga yang murah karena mencapai empat kali dari nilai buku (price to book value).
Salah satu daya tarik Bank Mutiara adalah sejumlah aset kredit bermasalah (NPL) yang bernilai strategis bagi CMNP. Bank ini memiliki aset NPL berupa satu perumahan seluas 200 hektare dengan 1.000 rumah di Serpong- Balaraja, dekat dengan proyek tol Serpong- Balaraja CMNP.
Pertimbangan lainnya, kata Jusuf, CMNP kerap kali ditawari banyak bank untuk menempatkan dana deposito. Dia beranggapan akan lebih baik apabila CMNP memiliki bank sendiri. “Dengan memiliki bank sendiri, perseroan bisa mengetahui ke mana dana depositonya diinvestasikan. Selain itu, perseroan
lebih mudah memperoleh pembiayaan untuk ekspansi,” tuturnya.
Jusuf mengatakan, akuisisi Bank Mutiara bisa dilakukan langsung oleh CMNP atau lewat pribadi-pribadi pemegang sahamnya.
Direktur Keuangan CMNP Indrawan Sumantri menambahkan, CMNP memiliki dana kas Rp1,1 triliun yang dipakai untuk akuisisi.
Bank Mutiara (BCIC) mayoritas sahamnya (99 persen) dimiliki oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebab, pada 2008, ketika masih bernama Bank Century, bank ini mendapat suntikan dana talangan senilai Rp6,7 triliun. Sesuai UU LPS, lembaga ini wajib menjual Bank Mutiara dalam waktu lima tahun dengan nilai minimal Rp6,7 triliun.
Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara mengatakan, masa penawaran divestasi Bank Mutiara akan dibuka kembali tahun depan. “Tunggu Januari atau Februari ya,” ujar dia melalui pesan singkatnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menambahkan, pihaknya belum mendengar rencana CMNP untuk mengakuisisi Bank Mutiara. LPS tetap melanjutkan upaya divestasi Bank Mutiara pada Januari 2013.
Direktur Keuangan LPS sekaligus Ketua Tim Penjualan Bank Mutiara Mirza Mochtar mengungkapkan, hingga kini proses penjualan belum dibuka lagi dan direncanakan baru dibuka lagi pada Januari 2013.
“Seperti proses sebelumnya, semua peminat harus memenuhi persyaratan dan prosedur lelang. Dengan demikian, tidak ada proposal yang diterima sebelum proses penjualan dimulai,” kata Mirza.
Pada penawaran sebelumnya LPS tidak meluluskan tiga calon investor peminat Mutiara karena tidak memenuhi syarat.
Direktur Utama Bank Mutiara Mar yono mengatakan, sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan CMNP terkait akuisisi itu. Namun, dia membenarkan akan adanya pertemuan dengan manajemen CMNP hari ini.
Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir pernah mengaku tertarik untuk memiliki Bank Mutiara. Namun, harga penawaran bank tersebut masih terlalu mahal untuk diakuisisi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




