Dian Swastatika Cetak Laba US$ 120,07 Juta di 2021
Rabu, 23 Maret 2022 | 17:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil membalikan rugi menjadi laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk US$ 120,07 juta dari sebelumnya merugi hingga US$ 83,82 juta. Moncernya sektor batu bara menjadi penopang utama laba dari DSSA.
Mengutip laporan keuangan perseroan, Rabu (23/3/2022), perbaikan kinerja perseroan sejalan dengan membaiknya sektor pertambangan dan perdagangan batu bara milik DSSA. Tercatat sektor ini menyumbang hingga US$ 1,93 juta atau naik hingga 69,30% dari sebelumnya hanya menyumbang US$ 1,14 juta.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor lainya seperti perdagangan bersih yang berkontribusi sebanyak US$ 119 juta dari sebelumnya hanya US$ 96,27 juta. Kemudian bisnis perseroan sebagai penyedia televisi kabel dan internet juga mencatatkan hasil serupa dengan sumbangsih US$ 57,12 juta, naik 27,50% dari US$ 44,88 juta pada tahun 2020 silam.
Baca Juga: DSSA Incar Proyek Pembangkit Listrik di Sulawesi Tenggara
Meski demikian, perseroan memperoleh penurunan pendapatan dari konstruksi jasa operasi dan keuangan pembangkit listrik menyumbang sebesar US$ 49,52 juta, jumlah ini turun drastis dari sebelumnya mampu mengantongi sebanyak US$ 221,74 juta. Adapun sektor lain-lain menyumbang US$ 1,54 juta.
Dengan demikian total pendapatan usaha dari DSSA selama 2021 berjumlah US$ 2,16 miilar atau bertumbuh 44% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya US$ 1,50 miliar. Lebih lanjut beban pokok penjualan yang tercatat sebanyak US$ 1,26 miliar dari sebelumnya US$ 979,39 juta.
Peningkatan beban paling besar disumbang oleh segmen pertambangan dan perdagangan batubara yakni sebesar uS$ 1,08 juta, kemudian perdagangan bersih US$ 97.69 juta. Alhasil laba kotor yang diperoleh DSSA berjumlah US$ 902,11 juta.
Baca Juga: Jual Menara Rp 690 M, DSSA Fokus ke Energi
Keuntungan tahun 2021 juga tidak lepas dari peran DSSA menekan beberapa beban, seperti segmen kerugian dari selisih kurs yang menurun 55,99% menjadi US$ 6,46 juta dari sebelumnya US$ 14,68 juta. Beban bunga menurun menjadi 21,12% menjadi US$ 69,34 juta dari sebelumnya US$ 87,91 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




