Industri Internet Tingkatkan GDP Global US$10-15 Triliun
Senin, 4 Februari 2013 | 15:23 WIB
Revolusi internet mengubah cara kita berkomunikasi, mengonsumsi informasi, dan menghabiskan uang
Jakarta - Penelitian terbaru GE menyimpulkan bahwa industri internet meningkatkan US$10-15 triliun GDP global. Hal ini lewat revolusi industri yang secara radikal telah mengubah cara kita menyalurkan energi dan menciptakan hal-hal baru.
Revolusi internet mengubah cara kita berkomunikasi, mengonsumsi informasi, dan menghabiskan uang. Saat ini, kombinasi dari kedua transformasi tersebut, yang disebut dengan industri internet, telah menghubungkan berbagai jaringan, data, dan mesin. Revolusi tersebut menjanjikan transformasi dan perubahan pada industri global, meningkatkan produktivitas, dan meluncurkan generasi yang memberikan kemakmuran dan pertumbuhan yang kuat.
"Dengan munculnya industri internet, dunia kini berada di era baru yang penuh dengan inovasi dan perubahan," papar laporan terbaru yang ditulis Direktur GE Global Strategy dan Analytics Peter C Evans dan Chief Economist GE Marco Annunziata yang dirilis di Jakarta, Senin (4/2).
Hal ini terjadi melalui konvergensi dari sistem industri global dengan kekuatan komputasi yang canggih, analisis, adaptasi dengan biaya rendah, dan konektivitas lebih tinggi yang diberikan oleh internet.
Menurut Evans dan Annunziata, "Semakin besar ruang terbuka dunia digital dengan dunia mesin, hal tersebut memiliki potensi membawa transformasi yang besar dan mendalam untuk industri global dan akhirnya memberikan dampak pada aspek kehidupan sehari-hari, termasuk cara kita melakukan pekerjaan."
Para peneliti dari GE menemukan bahwa di Amerika Serikat, industri internet dapat meningkatkan pendapatan rata-rata sebesar 25-40 persen selama 20 tahun ke depan dan mengangkat pertumbuhan kembali pada tingkat yang sudah tidak terlihat sejak akhir tahun 1990-an. Jika negara-negara di seluruh dunia dapat mencapai setengah dari keuntungan produktivitas di AS, industri internet dapat memberikan kontribusi US$10-15 triliun pada GDP global selama periode yang sama.
"Dengan memberikan kesehatan yang lebih baik yang ditunjang dengan biaya yang lebih rendah, penghematan bahan bakar dan energi, serta aset fisik dengan lebih baik dalam jangka panjang, industri internet akan memberikan keuntungan efisiensi yang baru. Ini mempercepat pertumbuhan produktivitas seperti yang telah dicapai dengan cara revolusi industri dan revolusi internet," ujar Evans dan Annunziata.
Inovasi-inovasi tersebut akan memberikan kecepatan dan efesiensi yang lebih besar untuk industri yang beragam seperti penerbangan, transportasi kereta api, pembangkit listrik, minyak dan gas, serta penyediaan layanan kesehatan. Hal tersebut juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, pekerjaan yang lebih baik, serta meningkatnya standar hidup, baik di AS, di Tiongkok maupun di sebuah kota di Afrika atau di daerah perdesaan di Kazakhstan.
"Era teknologi internet sudah siap untuk memberi dampak besar terhadap industri ekonomi, seperti halnya internet konsumen yang telah mengubah media, komunikasi, dan periklanan selama dekade terakhir," paparnya.
Contohnya, dalam teknologi mesin jet. Sebuah kumpulan sensor secara terpisah dapat memantau berbagai bagian mesin jet, berbagi informasi kapada seluruh armada penerbangan, serta menerapkan seluruh teknik data-driven machine-learning untuk membantu para personel menjaga agar mesin dapat tetap bekerja sampai mencapai kinerja puncak. "Bayangkan efisiensi dalam perawatan mesin, konsumsi bahan bakar, alokasi kru, dan penjadwalan ketika 'pesawat intelligent' dapat berkomunikasi dengan operator," kata laporan tersebut.
Peluang instrumentasi serupa terdapat di lokomotif, pada gabungan-siklus pembangkit listrik, pabrik pengolahan energi, fasilitas industri, dan aset penting lainnya. Penurunan 1 persen dalam penggunaan bahan bakar jet dari layanan industri internet dapat menghasilkan US$30 miliar dalam penghematan sekitar 15 tahun. Demikian pula, peningkatan efisiensi 1 persen dalam armada pembangkit listrik global berbahan bakar gas dapat menghemat US$66 miliar dalam konsumsi bahan bakar.
Industri internet masih memiliki dampak yang lebih luas. Studi tersebut mengatakan bahwa industri internet dapat melacak dan mengoptimalkan pengobatan, arus pasien, serta penggunaan peralatan di rumah sakit. Para peneliti memperkirakan keuntungan efisiensi 1 persen dapat menghasilkan lebih dari US$63 miliar penghematan pada perawatan kesehatan secara global.
Menurut hasil penelitian "penggabungan mesin dan analisis" dapat menemukan aplikasi langsung pada sektor-sektor yang menghasilkan US$32 triliun dalam kegiatan ekonomi saat ini.
"Semakin tumbuhnya ekonomi global, penerapan potensi industri internet akan menjadi semakin luas. Pada tahun 2025, hal tersebut dapat berlaku untuk US$82 triliun hasil produksi (output) atau sekitar satu setengah dari ekonomi global," paparnya.
Saat ini, AS telah memimpin revolusi industri, namun integrasi yang semakin global dan peralihan teknologi yang lebih cepat akan membantu menyebarkan manfaat dan keuntungan di seluruh dunia. "Bahkan, dengan pasar negara berkembang yang sedang berinvestasi besar-besaran pada bidang infrastruktur, penerapan teknologi industri internet yang lebih dini dan cepat dapat bertindak sebagai multiplier yang kuat," kata para peneliti.
Jakarta - Penelitian terbaru GE menyimpulkan bahwa industri internet meningkatkan US$10-15 triliun GDP global. Hal ini lewat revolusi industri yang secara radikal telah mengubah cara kita menyalurkan energi dan menciptakan hal-hal baru.
Revolusi internet mengubah cara kita berkomunikasi, mengonsumsi informasi, dan menghabiskan uang. Saat ini, kombinasi dari kedua transformasi tersebut, yang disebut dengan industri internet, telah menghubungkan berbagai jaringan, data, dan mesin. Revolusi tersebut menjanjikan transformasi dan perubahan pada industri global, meningkatkan produktivitas, dan meluncurkan generasi yang memberikan kemakmuran dan pertumbuhan yang kuat.
"Dengan munculnya industri internet, dunia kini berada di era baru yang penuh dengan inovasi dan perubahan," papar laporan terbaru yang ditulis Direktur GE Global Strategy dan Analytics Peter C Evans dan Chief Economist GE Marco Annunziata yang dirilis di Jakarta, Senin (4/2).
Hal ini terjadi melalui konvergensi dari sistem industri global dengan kekuatan komputasi yang canggih, analisis, adaptasi dengan biaya rendah, dan konektivitas lebih tinggi yang diberikan oleh internet.
Menurut Evans dan Annunziata, "Semakin besar ruang terbuka dunia digital dengan dunia mesin, hal tersebut memiliki potensi membawa transformasi yang besar dan mendalam untuk industri global dan akhirnya memberikan dampak pada aspek kehidupan sehari-hari, termasuk cara kita melakukan pekerjaan."
Para peneliti dari GE menemukan bahwa di Amerika Serikat, industri internet dapat meningkatkan pendapatan rata-rata sebesar 25-40 persen selama 20 tahun ke depan dan mengangkat pertumbuhan kembali pada tingkat yang sudah tidak terlihat sejak akhir tahun 1990-an. Jika negara-negara di seluruh dunia dapat mencapai setengah dari keuntungan produktivitas di AS, industri internet dapat memberikan kontribusi US$10-15 triliun pada GDP global selama periode yang sama.
"Dengan memberikan kesehatan yang lebih baik yang ditunjang dengan biaya yang lebih rendah, penghematan bahan bakar dan energi, serta aset fisik dengan lebih baik dalam jangka panjang, industri internet akan memberikan keuntungan efisiensi yang baru. Ini mempercepat pertumbuhan produktivitas seperti yang telah dicapai dengan cara revolusi industri dan revolusi internet," ujar Evans dan Annunziata.
Inovasi-inovasi tersebut akan memberikan kecepatan dan efesiensi yang lebih besar untuk industri yang beragam seperti penerbangan, transportasi kereta api, pembangkit listrik, minyak dan gas, serta penyediaan layanan kesehatan. Hal tersebut juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, pekerjaan yang lebih baik, serta meningkatnya standar hidup, baik di AS, di Tiongkok maupun di sebuah kota di Afrika atau di daerah perdesaan di Kazakhstan.
"Era teknologi internet sudah siap untuk memberi dampak besar terhadap industri ekonomi, seperti halnya internet konsumen yang telah mengubah media, komunikasi, dan periklanan selama dekade terakhir," paparnya.
Contohnya, dalam teknologi mesin jet. Sebuah kumpulan sensor secara terpisah dapat memantau berbagai bagian mesin jet, berbagi informasi kapada seluruh armada penerbangan, serta menerapkan seluruh teknik data-driven machine-learning untuk membantu para personel menjaga agar mesin dapat tetap bekerja sampai mencapai kinerja puncak. "Bayangkan efisiensi dalam perawatan mesin, konsumsi bahan bakar, alokasi kru, dan penjadwalan ketika 'pesawat intelligent' dapat berkomunikasi dengan operator," kata laporan tersebut.
Peluang instrumentasi serupa terdapat di lokomotif, pada gabungan-siklus pembangkit listrik, pabrik pengolahan energi, fasilitas industri, dan aset penting lainnya. Penurunan 1 persen dalam penggunaan bahan bakar jet dari layanan industri internet dapat menghasilkan US$30 miliar dalam penghematan sekitar 15 tahun. Demikian pula, peningkatan efisiensi 1 persen dalam armada pembangkit listrik global berbahan bakar gas dapat menghemat US$66 miliar dalam konsumsi bahan bakar.
Industri internet masih memiliki dampak yang lebih luas. Studi tersebut mengatakan bahwa industri internet dapat melacak dan mengoptimalkan pengobatan, arus pasien, serta penggunaan peralatan di rumah sakit. Para peneliti memperkirakan keuntungan efisiensi 1 persen dapat menghasilkan lebih dari US$63 miliar penghematan pada perawatan kesehatan secara global.
Menurut hasil penelitian "penggabungan mesin dan analisis" dapat menemukan aplikasi langsung pada sektor-sektor yang menghasilkan US$32 triliun dalam kegiatan ekonomi saat ini.
"Semakin tumbuhnya ekonomi global, penerapan potensi industri internet akan menjadi semakin luas. Pada tahun 2025, hal tersebut dapat berlaku untuk US$82 triliun hasil produksi (output) atau sekitar satu setengah dari ekonomi global," paparnya.
Saat ini, AS telah memimpin revolusi industri, namun integrasi yang semakin global dan peralihan teknologi yang lebih cepat akan membantu menyebarkan manfaat dan keuntungan di seluruh dunia. "Bahkan, dengan pasar negara berkembang yang sedang berinvestasi besar-besaran pada bidang infrastruktur, penerapan teknologi industri internet yang lebih dini dan cepat dapat bertindak sebagai multiplier yang kuat," kata para peneliti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




