China Resmi Batasi Film Hollywood untuk Balas Tarif Impor Trump
Jumat, 11 April 2025 | 07:10 WIB
Beijing, Beritasatu.com — Pemerintah China mengumumkan akan membatasi impor film-film Hollywood sebagai bentuk balasan atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal negara itu. Kendati demikian, para analis menilai dampaknya terhadap industri perfilman global akan minimal.
Keputusan ini disampaikan oleh Administrasi Film Nasional Tiongkok (NFA) yang menyebutkan bahwa pembatasan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian pasar sekaligus respons terhadap menurunnya minat penonton lokal terhadap film Hollywood.
"Kami akan mengikuti mekanisme pasar, menghormati preferensi penonton, dan mengurangi jumlah film Amerika yang diimpor," tulis NFA melalui situs resminya.
Sejak awal 1990-an, China secara rutin mengimpor sekitar 10 film Hollywood per tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, film-film lokal mandarin telah mendominasi pasar domestik. Saat ini, film Hollywood hanya menyumbang sekitar 5% dari total pendapatan box office di China.
Menurut Chris Fenton, penulis buku Feeding the Dragon, pembatasan ini adalah langkah strategis yang memberikan efek simbolis dengan tanpa risiko besar bagi China.
"Ini cara yang mencolok untuk menyampaikan pesan balasan, tapi dengan dampak ekonomi yang kecil terhadap Tiongkok," ujar Fenton.
Fenton juga menjelaskan bahwa studio film Hollywood hanya mendapatkan 25% dari pendapatan box office film mereka di China, lebih rendah dibandingkan pasar lain yang memberikan sekitar 50 persen.
Beberapa analis dan pengamat industri juga melihat langkah ini lebih bersifat politik simbolik dibandingkan dampak komersial nyata. Seth Shafer dari S&P Global Market Intelligence Kagan menyebutkan bahwa hanya sekitar 25% film Hollywood yang dirilis secara luas kini tayang di China, dan kontribusi pasar negara itu terhadap pendapatan global film-film tersebut kurang dari 10%.
Sementara itu, beberapa penggemar dan pengamat film sempat meragukan penerapan kebijakan ini karena film Marvel Thunderbolts telah dijadwalkan rilis di China pada 30 April 2025. Namun, pembatasan ini diperkirakan mulai berdampak menjelang musim panas box office, saat beberapa film besar seperti Mission Impossible: The Final Reckoning, Superman karya James Gunn, hingga The Fantastic Four versi baru dijadwalkan tayang.
Sebagai pasar film terbesar kedua di dunia, China sebelumnya menjadi harapan besar bagi studio film Hollywood untuk meningkatkan penjualan global. Namun sejak 2020, film lokal telah menyumbang sekitar 80% pendapatan tahunan box office, meningkat signifikan dari 60% pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam daftar box office sepanjang masa di China, hanya satu film Hollywood, Avengers: Endgame, yang berhasil menembus 20 besar, dengan pendapatan lebih dari 4,25 miliar yuan atau setara dengan US$ 579 juta.
Keyword Tags: Tiongkok batasi film Hollywood, tarif impor AS, perang dagang Tiongkok-AS, box office China, film Hollywood di China, pasar film China, Avengers Endgame, Marvel China
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




