ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditangkap, Abang Jago yang Duduki Kantor Pelosi

Sabtu, 9 Januari 2021 | 05:50 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Richard Barnett, 60, menyusup ke kantor ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi saat kerusuhan di Gedung Capitol, Washington DC, 6 Januari 2021.
Richard Barnett, 60, menyusup ke kantor ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi saat kerusuhan di Gedung Capitol, Washington DC, 6 Januari 2021. (CNN)

Beritasatu.com – Seorang pria pendukung Presiden Donald Trump yang terdapat dalam sebuah foto di mana dia tampak duduk di kantor Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi dengan kaki di atas meja saat kerusuhan di Gedung Capitol Rabu (6/1/2021) lalu sudah ditangkap.

Ia diidentifikasi sebagai Richard Barnett, 60, asal Arkansas dan dikenakan tuduhan kejahatan federal, salah satunya pencurian properti publik, menurut keterangan pihak berwajib Jumat (8/1/2021) waktu setempat.

Dia ditangkap Jumat pagi di Little Rock.

Tuduhan lain adalah sengaja masuk ke wilayah tertutup tanpa izin dan dengan kekerasan.

ADVERTISEMENT

Dalam video di media sosial, Barnett mengaku megambil sepucuk surat dari meja Pelosi, tetapi mengklaim tidak mencuri.

"Saya tinggalkan sekeping 25 sen di meja karena saya bukan pencuri, meskipun harga dia [Pelosi] tidak sebanyak itu," ujarnya berapi-api.

Dia juga meninggalkan catatan di meja ketua DPR: "Nancy, kami tidak akan mundur."

Kasusnya tidak main-main karena ditangani langsung oleh Biro Penyidik Federal (FBI).

Barnett saat ini mendekam di ruang tahanan FBI di Benton County, Arkansas.

Di tempat lain, seorang warga Alabama juga ditangkap terkait penemuan bom pipa di luar Gedung Capitol. Selain itu, 11 bom molotov dan senjata militer ditemukan di dalam mobil pickup miliknya.

FBI bersikap tegas dalam kasus kerusuhan di Gedung Capitol dan mengeluarkan peringatan yang menggetarkan.

"Meskipun Anda sudah meninggalkan wilayah DC, Anda tetap bisa berharap mendengar ketukan di pintu kalau kami menemukan bukti bahwa Anda bagian dari tindak kriminal di Capitol," kata Steven D'Antuono, drektur lapangan FBI di Washington.

"FBI tidak setengah-setengah dalam investigasi kasus ini," lanjutnya.

Kementerian Hukum mengumumkan ada sedikitnya 13 orang yang dikenakan tuduhan kejahatan federal dan masih banyak laporan masuk yang belum diproses.

"Perusakan Gedung Capitol adalah serangan terhadap salah satu lembaga paling agung negara kita," kata Jaksa Penuntut Michael Sherwin.

"Kantor saya bersama mitra penegak hukum lainnya di semua tingkatan masih bekerja mengusut setiap petunjuk yang ada untuk mengidentifikasi, menangkap, dan mendakwa orang-orang yang terlibat dalam tindak pidana di Capitol," tegasnya.

Buntut dari kerusuhan itu lima orang meninggal, termasuk seorang petugas polisi.

Kerusuhan dipicu oleh massa yang menolak penetapan Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden saat sidang Kongres di Gedung Capitol.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon