Aksi Protes Petani India, PM Modi Akhirnya Angkat Suara
Minggu, 31 Januari 2021 | 17:16 WIB
New Delhi, Beritasatu.com – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Minggu (31/1/2021), akhirnya angkat suara terkait aksi protes ribuan petani yang menyerang Benteng Merah (Red Fort) di New Delhi. Modi menyebut aksi tersebut sebagai penghinaan kepada negara merujuk unjuk rasa damai yang berujung kepada kekerasan pekan ini.
Puluhan ribu petani telah berkemah di pinggiran ibu kota selama lebih dari dua bulan untuk memprotes UU Pertanian terbaru yang dinilai hanya menguntungkan para pembeli swasta dengan mengorbankan petani.
Parade traktor di jalanan New Delhi pada Selasa (26/1/2021), berubah menjadi kekerasan ketika beberapa pengunjuk rasa menyimpang dari rute yang disepakati, mengalami bentrokan dengan polisi, dan mendobrak kompleks bersejarah Benteng Merah di ibu kota. Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dan ratusan terluka.
"Negara sedih oleh penghinaan kepada Tricolor (bendera India) pada 26 Januari di Delhi," kata Modi dalam pidatonya di radio, Minggu (31/1/2021).
"Pemerintah berkomitmen memodernisasi pertanian dan juga mengambil banyak langkah ke arah itu," lanjut Modi.
Para pemimpin petani menyatakan mereka tidak bertanggung jawab atas kekerasan, yang disebabkan minoritas dari anggota parade, sebaliknya pemerintah juga membuka kemungkinan akan melanjutkan pembicaraan dengan kedua pihak.
Modi menyatakan para pemimpin partai oposisi, Sabtu (30/1/2021), menawarkan pembekuan UU Pertanian selama 18 bulan, berdasarkan kesimpulan pertemuan pemerintah. Meski demikian, petani sempat menolak tawaran itu.
Para pekerja pertanian mencakup setengah dari angkatan kerja India. Kerusuhan diantara sekitar 150 petani pemilik lahan menjadi salah satu tantangan terbesar India.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




