Lewat Covax, Kanada Akan Sumbang 18 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca
Selasa, 13 Juli 2021 | 13:32 WIB
Ottawa, Beritasatu.com- Kanada akan menyumbangkan 17,7 juta dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca lewat Covax ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di dunia. Seperti dilaporkan Xinhua, rencana itu diumumkan otoritas Kanada pada Senin (13/7/2021).
Pada konferensi pers, Menteri Pengadaan Kanada, Anita Anand mengatakan bahwa dosis vaksin adalah bagian dari perjanjian pembelian di muka pemerintah Kanada dengan perusahaan dan akan didistribusikan melalui Covax.
Covax adalah inisiatif berbagi vaksin global yang dikoordinasikan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi dan Gavi, Aliansi Vaksin.
Program ini mengumpulkan dana dari negara-negara kaya untuk membeli vaksin bagi negara-negara tersebut dan memastikan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah juga memiliki akses ke vaksin. Sumbangan baru ini melebihi 440 juta dolar Kanada (sekitar US$ 350 juta atau Rp 5,06 triliun) yang telah diberikan pemerintah federal kepada Covax.
"Donasi ini adalah hasil dari pendekatan proaktif kami untuk mengamankan ratusan juta vaksin Covid-19 dalam kontrak awal kami. Dengan hampir 55 juta vaksin di Kanada, dan dengan permintaan provinsi dan wilayah untuk vaksin ini terpenuhi, kami sekarang dalam posisi untuk menyumbangkan kelebihan dosis ini," kata Anand.
Pemerintah Kanada juga mengumumkan kemitraannya dengan UNICEF dalam kampanye penggalangan dana yang sesuai dengan donasi untuk mendorong warga Kanada menyumbangkan dosis vaksin dengan menyumbangkan 10 dolar Kanada (sekitar US$ 8 atau Rp 115.826).
Semua sumbangan oleh orang Kanada akan dicocokkan oleh pemerintah federal, hingga maksimum 10 juta dolar Kanada (sekitar US$ 8 juta atau Rp 115 miliar). Kampanye penggalangan dana ini berlangsung hingga 6 September.
Menteri mengatakan 79 % warga Kanada yang memenuhi syarat telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dan 55% sekarang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19. Pemerintah federal juga menyimpan cadangan 3 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna.
Anand mengatakan bahwa dosis Astrazeneca berasal dari perjanjian pembelian di muka yang dibuat pemerintah dengan perusahaan dan bahwa dosis ini, yang akan diproduksi di Amerika Serikat, akan mulai dikirimkan ke Covax dalam beberapa minggu mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




