Kanada Jawab Ancaman Trump Soal Tarif AS dan Kesepakatan dengan China
Rabu, 28 Januari 2026 | 05:25 WIB
Toronto, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney menyampaikan negaranya tidak berniat untuk mengejar kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Pernyataan ini mencuat sebagai tanggapan atas ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Kanada.
Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada barang impor dari Kanada jika negara tetangganya di wilayah Amerika Utara itu melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
“Kami tidak berniat melakukan hal itu dengan China atau ekonomi nonpasar lainnya,” kata Carney, dikutip dari AP, Rabu (28/1/2026).
Carney mengatakan kesepakatan dagang terbaru antara Kanada dengan China hanya untuk memangkas tarif pada beberapa sektor yang baru-baru ini dikenai tarif.
“Yang telah kami lakukan dengan China adalah memperbaiki beberapa masalah yang muncul dalam beberapa tahun terakhir,” tegasnya.
Sementara itu, Trump mengeklaim sebaliknya, dengan menyebut China telah berhasil menguasai Kanada lewat kesepakatan tersebut.
“China berhasil dan sepenuhnya mengambil alih negara Kanada yang dahulunya hebat. Sangat menyedihkan melihat hal itu terjadi,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya.
Sebelumnya, pada 2024, Kanada meniru langkah AS dengan memberlakukan tarif 100% untuk kendaraan listrik dari China dan tarif 25% untuk baja dan aluminium. China kemudian meresponsnya dengan memberlakukan pajak impor 100% untuk minyak dan tepung canola Kanada serta 25% untuk daging babi dan makanan laut.
Dalam kunjungannya ke China belum lama ini, PM Carney memangkas tarif 100% untuk mobil listrik China sebagai imbalan atas penurunan tarif untuk produk-produk Kanada tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




