Trump Ancam Tarif 100 Persen ke Kanada jika Teken Dagang dengan China
Minggu, 25 Januari 2026 | 08:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100% terhadap seluruh produk asal Kanada apabila negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu (24/1/2026). Ia menilai kesepakatan dagang antara Kanada dan China berpotensi dimanfaatkan Beijing untuk menghindari tarif tinggi yang diberlakukan AS.
“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, maka seluruh barang dan produk Kanada yang masuk ke AS akan langsung dikenakan tarif 100%,” tulis Trump.
Trump juga menyinggung Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang menurutnya tidak boleh menjadikan Kanada sebagai pelabuhan transit bagi produk China menuju pasar AS.
“Jika PM Carney berpikir bisa menjadikan Kanada sebagai ‘drop off port’ bagi China untuk mengirim barang ke AS, maka ia keliru besar,” tegas Trump.
Sebelumnya, Carney mengumumkan bahwa Kanada dan China telah mencapai kesepakatan awal untuk menghapus sejumlah hambatan perdagangan dan menurunkan tarif.
Pada perjanjian sementara tersebut, Beijing memangkas tarif untuk beberapa produk pertanian Kanada, sementara Ottawa meningkatkan kuota impor kendaraan listrik asal China dengan tarif most favored nation sebesar 6,1%.
Menariknya, Trump sempat menyatakan dukungan terhadap langkah Carney tersebut. Pada 16 Januari lalu, Trump mengatakan kesepakatan dagang dengan China merupakan hal positif bagi Kanada.
“Itu hal yang seharusnya ia lakukan. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, lakukanlah,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih kala itu.
Sebagai catatan, pada Agustus 2025 Trump telah menaikkan tarif atas sejumlah barang Kanada hingga 35%. Meski sebagian besar produk Kanada bebas tarif berdasarkan perjanjian CUSMA, beberapa komoditas, seperti baja, tembaga, serta kendaraan dan suku cadang tertentu tetap dikenai bea masuk AS.
Ancaman tarif terbaru ini muncul sehari setelah Trump menarik undangan kepada Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, menyusul pidato Carney di World Economic Forum Davos yang menyinggung bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara adidaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




