NGO Diajak Proaktif Bangun Asrama Guru di Yerusalem
Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga International Networking for Humanitarian (INH) mengajak seluruh Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dibidang kemanusian di Indonesia agar ikut bersama-sama dalam proyek pembangunan asrama para asatidz atau guru di kawasan distrik Sur Baher, Kota Yerusalem, Palestina.
Pembangunan asrama yang diperkirakan sekitar 90 unit ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, peran aktif NGO di Indonesia ini dinilai sangat membantu guna meringankan beban pembangunan proyek tersebut.
Manajer Program INH, Faruq Habibullah Mahdi, mengatakan, saat ini INH sudah melakukan road show ke sejumlah NGO yang notabe memiliki rekam jejak terhadap perjuangan warga Palestina. Tujuanya untuk menyosialisasikan kepada para pengurus NGO agar bisa berperan aktif dalam program tersebut.
"Setelah kita mendapatkan mandat dari Dubes Palestina, Zuhair Al Sun, kami langsung bergerak cepat untuk menyosialisasikan program ini ke sejumlah lembaga yang memiliki program dan kepedulian terhadap Palestina," kata Mahdi dalam siaran persnya, Kamis (21/10/2021).
Menurutnya, sejumlah lembaga yang sudah didatangi INH diantaranya Dompet Dhuafa, Nusantara Palestina Center (NPC), Darul Tauhid Peduli dan Aqsho Working Group (AWG). Respons positif dari para pengurus lembaga tersebut menjadi modal utama dalam menyukseskan program tersebut.
"Mudah-mudahan ada banyak lagi lembaga yang lain yang akan bergabung dalam program kegiatan kemanusian ini," harapnya.
Rencananya, INH dan Dubes Palestina di Jakarta akan mengundang sejumlah NGO lainya untuk membahasa secara teknis dan kerja sama dalam proyek pembangunan tersebut.
"Alhamdulillah semua respons NGO yang kita datangi mereka sangat antusias dan ingin sekali bisa terlibat dalam program ini, mudah-mudahan ini bisa membantu dan meringankan beban pemerintah Palestina dalam memberikan ketersedian rumah bagi para guru disana," ujarnya.
Sebelumnya, Dubes Palestina Zuhair Al Sun menyatakan, pembangunan rumah atau tempat tinggal bagi para guru membutuhkan banyak biaya. Oleh karena itu, Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki kepedulian sangat besar terhadap Palestina.
"Alhamdulillah kami atas nama pemerintah Palestina mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya INH yang sudah merespons dan ikut berpartisipasi dalam program pembangunan ini," kata Al Sun.
Al Sun menjelaskan, program ini termasuk kerangka program nasional yang bertujuan menjaga stabilitas keberadaan warga di Yerusalem.
"Perkumpulan tenaga pengajar di Sur Baher yaitu suatu organisasi amal yang berkantor pusat di daerah Sur Baher Yerusalem menyampaikan keinginan mereka untuk membangun perumahan untuk tenaga pengajar di daerah Sur Baher yang berbatasan dengan permukiman Armon Hanatziv," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




