Imbau Pemudik Jaga Keselamatan, Kapolres Garut: Ojo Kesusu
Senin, 16 Maret 2026 | 15:51 WIB
Garut, Beritasatu.com – Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengimbau para pemudik yang melintasi jalur arteri selatan Jawa Barat agar tidak memaksakan diri selama perjalanan. Pemudik diminta beristirahat secara berkala guna menghindari kelelahan yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Jaga keselamatan. Kita ditunggu oleh keluarga di rumah, jadi tidak perlu terburu-buru. Kalau kata Kakorlantas, ojo kesusu,” ujar Yugi saat ditemui di Pos Terpadu GTC Limbangan, Garut, Senin (16/3/2026).
Menurut Yugi, pengendara idealnya beristirahat setelah berkendara selama sekitar empat jam untuk menghindari kelelahan dan risiko microsleep saat mengemudi.
“Kalau berkendara sudah sekitar empat jam, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak,” katanya.
Pos pengamanan dan fasilitas pemudik
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polres Garut telah mendirikan sejumlah pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan di beberapa titik jalur mudik. Selain itu, tersedia pula rest area di pinggir jalan bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.
Di Pos Terpadu GTC Limbangan, berbagai fasilitas disediakan bagi pemudik, antara lain ruang laktasi, tempat bermain anak, bengkel darurat, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta masjid.
Antisipasi kepadatan di jalur selatan
Yugi menjelaskan, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas di wilayah Garut masih terpantau relatif landai. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan rekayasa lalu lintas seperti one way sepenggal untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan one way sepenggal selama sekitar 15 menit untuk mengurai kepadatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, titik rawan kemacetan di wilayah Garut umumnya berada di sekitar pasar, kawasan pabrik saat jam bubaran kerja, serta lokasi penyeberangan warga.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas melakukan pengaturan lalu lintas dan memasang water barrier di sejumlah titik guna mengatur pergerakan kendaraan, termasuk angkutan kota agar tidak berhenti sembarangan di depan pasar.
Selain pengamanan jalur mudik, Polres Garut juga mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di pintu masuk kawasan wisata selama libur Lebaran.
“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait. Jika diperlukan, kami akan menambah personel untuk membantu pelayanan tiket di lokasi wisata agar arus lalu lintas tetap lancar,” kata Yugi.
Polres Garut memprediksi puncak arus mudik di jalur selatan Jawa Barat akan terjadi pada Rabu (18/3/2026), seiring berakhirnya aktivitas kerja masyarakat menjelang libur Idulfitri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




