ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jenis-jenis Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan secara Rutin

Kamis, 13 Februari 2025 | 11:15 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Jenis-jenis tes kesehatan yang harus dilakukan secara rutin.
Jenis-jenis tes kesehatan yang harus dilakukan secara rutin. (beritasatu/defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap tes kesehatan masyarakat, pemerintah kini menyediakan program cek kesehatan gratis (CKG) sebagai hadiah ulang tahun bagi warganya. Program ini bertujuan untuk mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini berbagai penyakit sebelum menjadi serius.

Sayangnya, banyak orang masih menyepelekan pemeriksaan kesehatan dan baru mendatangi dokter setelah mengalami gejala yang mengganggu. Padahal, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko penyakit kronis bisa dikurangi dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat serta lebih efektif.

Pemeriksaan kesehatan berkala tidak hanya penting bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu, tetapi juga bagi individu yang merasa sehat. Dengan rutin melakukan pemeriksaan, dokter dapat membandingkan hasil tes dari waktu ke waktu dan mendeteksi potensi masalah kesehatan lebih awal.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laman resmi Kemenkes RI, berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan rutin yang direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala.

1. Pemeriksaan kolesterol

Mengonsumsi makanan berlemak, seperti daging dan jeroan, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol sangat dianjurkan.

Kadar kolesterol total yang normal adalah di bawah 200 mg/dL. Selain itu, tekanan darah juga perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan tetap berada pada kisaran normal, yaitu sekitar 120/80 mmHg.

2. Pemeriksaan gula darah (Diabetes)

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang semakin banyak dialami masyarakat modern. Untuk mendeteksi dini kondisi ini, pemeriksaan kadar gula darah perlu dilakukan secara rutin. Sebelum pemeriksaan, dianjurkan untuk berpuasa selama minimal 8 jam agar hasilnya lebih akurat.

Kadar gula darah yang normal berkisar antara 70-100 mg/dL, sementara pradiabetes berada di rentang 100-125 mg/dL, dan kadar 126 mg/dL atau lebih sudah masuk kategori diabetes.

3. Pemeriksaan fungsi paru

Pemeriksaan fungsi paru bertujuan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada sistem pernapasan. Tes ini mencakup pengukuran volume paru, mekanisme paru, serta kemampuan difusi paru. Normalnya, orang dewasa bernapas sekitar 16-20 kali per menit. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi perokok aktif dan mereka yang sering terpapar polusi udara.

4. Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan

Mengukur berat badan dan tinggi badan bukan sekadar untuk mengetahui ukuran tubuh, tetapi juga untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT). IMT digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan ideal atau berisiko mengalami penyakit tidak menular seperti obesitas atau malnutrisi. Pengukuran ini tidak berlaku bagi atlet, ibu hamil, serta individu dengan kondisi khusus seperti penumpukan cairan abnormal.

5. Pemeriksaan dan cek tekanan darah

Tekanan darah yang tinggi atau rendah bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, cek tekanan darah secara rutin sangat dianjurkan. Hasil pemeriksaan dikategorikan normal jika tekanan darah berada di bawah 140/90 mmHg.

Menjalani cek kesehatan secara berkala adalah langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan adanya program cek kesehatan gratis dari pemerintah, tidak ada alasan lagi untuk menunda pemeriksaan. Manfaatkan kesempatan ini agar bisa hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dexa Group Temukan 67,8 Persen Warga Berisiko Penyakit Kronis

Dexa Group Temukan 67,8 Persen Warga Berisiko Penyakit Kronis

LIFESTYLE
Wanita 18 Tahun ke Atas Jadi Sasaran Skrining Lupus di Jakarta

Wanita 18 Tahun ke Atas Jadi Sasaran Skrining Lupus di Jakarta

JAKARTA
100 Juta Penduduk Indonesia Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis

100 Juta Penduduk Indonesia Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis

NASIONAL
Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis

Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis

MULTIMEDIA
Cek Kesehatan Gratis Jakarta Baru Jangkau 1,15 Juta Warga

Cek Kesehatan Gratis Jakarta Baru Jangkau 1,15 Juta Warga

JAKARTA
Penumpang KA Dapat Cek Kesehatan Gratis di Stasiun Lempuyangan

Penumpang KA Dapat Cek Kesehatan Gratis di Stasiun Lempuyangan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon