Denada Akui Ressa Rizky Rosano Lahir di Luar Pernikahan
Senin, 16 Maret 2026 | 19:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Denada mengungkapkan, putranya, Ressa Rizky Rosano lahir dari hubungan di luar pernikahan. Pengakuan tersebut disampaikan Denada saat berbincang dalam podcast milik Feni Rose Official.
Feni Rose menanyakan langsung kondisi Denada ketika mengetahui dirinya hamil.
“Kita mau tanya ke Dena (panggilan akrab Denada) dahulu ya. Pada saat kamu tahu kamu hamil, saat itu kamu belum menikah?” tanya Feni Rose kepada Denada, Senin (16/3/2026).
“Iya,” jawab Denada singkat.
Denada mengungkapkan, saat itu usianya masih 20 tahun sehingga secara mental merasa belum cukup dewasa untuk menghadapi situasi tersebut.
“Aku takut dan bingung pasti ada, karena secara mental aku masih belum cukup dewasa. Usia aku saat itu baru 20 tahun,” ujarnya.
Meski mengetahui dirinya hamil di luar pernikahan, Denada menegaskan tidak pernah memiliki keraguan untuk mempertahankan kehamilannya.
“Pada saat pertama kali aku hamil, aku tidak pernah ragu selain memutuskan untuk meneruskan kehamilan dan melahirkan anak ini,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak pernah terpikir untuk mengambil jalan pintas untuk mengakhiri kehamilan tersebut.
“Aku tidak pernah kepikiran mencari jalan pintas. Tidak ada sama sekali. Keputusan itu aku ambil dengan atau tanpa adanya bapaknya,” ujarnya.
Denada mengaku, telah menyadari risiko bahwa ayah dari anak tersebut mungkin tidak akan ikut bertanggung jawab.
“Aku tahu ada risiko itu dan sudah memperkirakan akan terjadi. Tapi hal itu tidak membuat aku ragu,” kata Denada.
Meski demikian, Denada menegaskan bahwa ia mengetahui siapa sosok ayah kandung dari Ressa.
“Aku tidak mau menyalahkan. Dia tahu aku hamil, tetapi bagi aku keputusan ini aku ambil dengan kesadaran penuh,” ungkapnya.
Denada juga menjelaskan bahwa situasi sosial pada masa itu berbeda dengan kondisi saat ini.
“Kalau sekarang masyarakat lebih permisif, tetapi puluhan tahun lalu situasinya berbeda dan hal seperti ini dianggap aib besar,” tuturnya.
Selama menjalani kehamilan, Denada mengaku banyak menghadapi tekanan emosional. Ia bahkan menggambarkan masa tersebut seperti berjuang sendirian menghadapi dunia.
“Aku merasa ini anakku dan aku ibunya. Aku akan membesarkannya dan melahirkannya. Rasanya seperti aku dan dia melawan dunia,” katanya.
Saat itu, Denada juga belum langsung memberi tahu ibunya, mendiang Emillia Contessa, tentang kehamilannya.
“Ada ketakutan untuk bicara sama Mama. Aku menunggu cukup lama sampai akhirnya aku memberitahu Mama,” ujarnya.
Ketika akhirnya mengetahui kondisi tersebut, Emillia Contessa disebut Denada tidak marah dan justru memberikan dukungan.
“Mama kaget, tetapi tidak marah. Mama memberikan dukungan dan support kepada aku,” katanya.
Selama hamil, Denada tetap menjalani aktivitas pekerjaan seperti biasa meski mengalami morning sickness.
“Aku tetap kerja saat itu. Aku mual dan mengalami morning sickness, tapi aku tidak pernah mengurungkan niatku untuk mempertahankan anak ini,” tuturnya.
Denada menegaskan bahwa kehamilan tersebut adalah tanggung jawabnya, namun anak yang dikandungnya bukanlah sebuah kesalahan.
“Apapun yang terjadi hingga ada kehamilan itu adalah kesalahanku. Tapi anak ini bukan kesalahan. Dia adalah anakku dan aku akan mempertahankan dia,” ungkapnya.
Ressa akhirnya lahir sebelum waktu yang diperkirakan, tetapi dalam kondisi sehat.
“Aku melahirkan normal sebelum waktunya. Alhamdulillah dia sehat,” jelasnya.
Meski bersyukur atas kelahiran anaknya, Denada mengaku tetap merasakan kesedihan karena situasi yang dihadapi saat itu tidak ideal bagi seorang anak.
“Seharusnya situasinya ideal, ada bapaknya dan ibunya. Saat itu semuanya harus dirahasiakan dan itu yang membuat aku sedih,” tutup Denada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




