Kronologi Ressa Rosano Diasuh Keluarga di Banyuwangi Versi Denada
Senin, 16 Maret 2026 | 19:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Denada mengungkap kronologi bagaimana putranya, Ressa Rizky Rosano, akhirnya diasuh keluarga besar di Banyuwangi. Keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi panjang bersama ibundanya, mendiang Emillia Contessa.
Denada menjelaskan, setelah Ressa lahir, Emillia Contessa mulai menanyakan berbagai hal terkait masa depan anak tersebut, termasuk pendidikan dan kehidupannya.
“Mama selalu bertanya soal sekolah dan kehidupan anak ini ke depan. Mama ingin tahu seberapa siap aku menghadapi semuanya,” ujar Denada dikutip dari podcast Feni Rose Official, Senin (17/3/2026).
Suatu hari, Emillia Contessa mengajukan sebuah usulan kepada Denada terkait kemungkinan Ressa diasuh oleh anggota keluarga di Banyuwangi.
“Mama bilang, ‘Mbak, mama mau tanya pendapat kamu. Bagaimana kalau Tante Ratih dan Om Dino yang mengasuh?’,” katanya.
Denada menjelaskan, Om Dino merupakan adik kandung Emillia Contessa yang tinggal di Banyuwangi bersama istrinya, Ratih. Pasangan tersebut diketahui telah lama berharap memiliki anak laki-laki.
Menurut Denada, keluarga besar mereka memang sangat dekat dan sebagian besar tinggal di Banyuwangi. Karena itu, usulan tersebut sempat ia pertimbangkan secara serius.
“Aku tidak langsung menjawab. Aku pikirkan dulu semuanya,” ujar Denada.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Denada menilai Ressa berpotensi tumbuh di lingkungan keluarga yang lengkap jika diasuh oleh Om Dino dan Tante Ratih.
“Aku membayangkan Ressa akan tumbuh di keluarga yang lengkap, ada sosok ayah dan ibu yang bisa dia lihat setiap hari,” katanya.
Selain itu, Denada juga merasa anaknya tetap berada di lingkungan keluarga besar yang ia percayai.
“Sebagian besar keluarga Mama ada di Banyuwangi, jadi aku merasa dia akan tetap berada di lingkungan yang melindungi dan menyayanginya,” ungkapnya.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah. Denada mengaku membutuhkan waktu lama untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
“Jujur, aku memutuskan itu sangat lama. Aku memikirkan banyak hal,” ujarnya.
Salah satu pertimbangan Denada adalah kemungkinan di masa depan untuk menjelaskan kepada Ressa tentang identitasnya.
“Aku sempat berpikir, kalau suatu hari dia tahu semuanya dan aku ingin menarik dia kembali ke aku, apakah itu masih bisa?” jelasnya.
Namun menurut Denada, Emillia Contessa saat itu meyakinkan bahwa hal tersebut dapat dibicarakan pada waktunya.
Denada akhirnya melihat rencana tersebut sebagai pilihan yang memungkinkan anaknya tumbuh dalam keluarga dengan figur orang tua yang lengkap.
“Aku ingin dia tumbuh dengan keluarga yang memiliki ayah dan ibu. Karena bagaimanapun, aku merasa tidak bisa memberikan situasi keluarga yang ideal saat itu,” ujarnya.
Meski demikian, Denada menegaskan keputusan tersebut bukan bagian dari rencana awalnya.
“Sejujurnya itu tidak ada dalam rencanaku. Rencanaku awalnya adalah membesarkan dia berdua saja dengan aku,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perpisahan dengan Ressa bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.
“Berpisah dengan Ressa tentu tidak gampang. Melepaskan dia ke Banyuwangi saja sudah sangat berat bagi aku,” tambahnya.
Bahkan ketika Ressa sudah berada di Banyuwangi, Denada mengaku kerap menahan rindu dengan cara sederhana.
“Aku sering menelepon ibu (eyang putri) dan meminta hand phone diletakkan di dekat Ressa. Aku hanya ingin mendengar suaranya untuk mengobati rasa kangen. Semua itu yang mengatur mama,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




