Mahasiswa-Pelajar 34 Provinsi Ikuti Festival Pemuda 2018
Selasa, 9 Oktober 2018 | 12:24 WIB
JAKARTA- Pemuda selalu ada di setiap periode perjuangan, sejak jauh sebelum kemerdekaan hingga di era milenial yang membuat dunia pemuda semakin luas.
Nyaris, tak ada yang terlewat dari catatan sejarah, bahwa pemuda selalu hadir berjuang untuk bangsa. Lewat Sumpah Pemuda, mereka dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah tersebut menjadi torehan sejarah sendiri dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Golongan anak-anak muda inilah yang pada waktu itu mendesak Soekarno memprolamasikan kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin. Merekalah yang melihat kesempatan emas untuk lepas dari belenggu penjajah, mengingat Indonesia dalam keadaan kekosongan kekuasaan akibat kekalahan Jepang di Perang Dunia II.
Jelas, peran pemuda dalam memproklamasikan kemerdekaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Di saat golongan tua ragu tentang proklamasi kemerdekaan, golongan muda berhasil meyakinkan golongan tua untuk merdeka.
Tak heran, Presiden Soekarno pernah bilang, "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia!".
Kini, setelah berpuluh tahun merdeka, peran pemuda semakin kuat dalam melanjutkan semua perjuangan itu. Mereka menorehkan sejarah baru dan mengisinya dengan capaian-capaian yang gemilang.
Salah satu upaya untuk menjadi katalisator itu adalah melalui Festival Pemuda 2018. Festival ini digelar tiga hari, yakni 7 – 9 Oktober 2018, di Sukabumi dan Sentul International Convention Center Bogor, Jawa Barat.
Para pemuda mengikuti Festival Pemuda ini berasal dari seluruh pelosok nusantara. Mereka terbagi menjadi delegasi peserta mahasiswa dan pelajar yang dikumpulkan dari 34 provinsi di Indonesia.
Para pengisi acara dalam setiap rangkaian kegiatan Festival Pemuda 2018 ini terdiri dari unsur akademisi, pelaku usaha, pelaku bisnis startup, pemerintah, pegiat sosial, serta organisasi PBB.
Peserta Para pemuda yang akan mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang berasal dari seluruh pelosok nusantara.
"Festival ini akan menginisiasi pola-pola perjuangan baru yang bisa dilakukan para pemuda untuk bangsa Indonesia. Mereka akan digodok pengetahuan dan kapasitas keilmuannya. Semangatnya dibangun, dan yang terpenting akan didorong, dibimbing, serta didampingi untuk senantiasa melakukan pembangunan berkelanjutan di seluruh Nusantara," ujar Laila Nihayati, Ketua Festival Pemuda 2018.
Laila dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (8/10) menambahkan, semua proses itu akan diberikan oleh para ahli dan pemerintah. Tidak hanya berskala nasional, tapi juga internasional.
Adapun rangkaian kegiatan festival ini meliputi Kemah Kebangsaan (7-8 Oktober 2018) di Caldera Resort Sukabumi. Kegiatan kemah ini berisi Seminar Kebangsaan "Refleksi Sumpah Pemuda Era Milenial".
Kegiatan selanjutnya adalah sayembara Cipta karya Mahasiswa "SDGs Project Competition". Tema disayembarakan meliputi pendidikan, bussines start up, inovasi teknologi, pemberdayaan lingkungan, kesehatan, pariwisata dan turisme, dan lain-lainnya.
Adapun sebagai puncak rangkaian kegiatan Festival Pemuda 2018 adalah Karnaval Daya Nusantara yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2018 di Sentul International Convention Center Bogor.
"Mereka, para pemuda adalah kekuatan besar yang akan menentukan arah bangsa ini. Pemuda adalah aset penting suatu negara untuk membangun masa depannya. Apa yang kita lihat 10 tahun mendatang sangat bisa dilihat dari keadaan pemudanya saat ini," ucap Hana Amaliya, Dewan Pembina Festival Pemuda 2018. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




