Kapolda Metro: Korban Penembakan di Kantor MUI Ada 2 Orang
Selasa, 2 Mei 2023 | 16:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto mengatakan terdapat dua korban akibat penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023).
"Korban ada dua. Satu terluka di bagian tangan lalu kena kaca, serta yang satu lagi yang kena tembakan di bagian punggung," ungkap Karyoto saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa.
Karyoto mengatakan dua korban akibat penembakan tersebut mengalami luka ringan. Terkait jumlah tembakan yang dilontarkan kepada korban, ia mengaku belum bisa menyebutkan dikarenakan masih dalam proses pemeriksaan. Adapun senjata yang digunakan oleh tersangka diduga berjenis air softgun.
Diketahui saat ini korban penembakan dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat dan Rumah Sakit Agung, Manggarai Jakarta Selatan. Sementara untuk pelaku penembakan dibawa ke Puskesmas Menteng, Jakarta Pusat dan dinyatakan meninggal.
"Iya (pelaku tewas)," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai sebab tewasnya pelaku, ia belum bisa menyebutkan penyebabnya. Karyoto menambahkan Polres akan melakukan autopsi terhadap jenazah tersangka pelaku penembakan.
Autopsi tersebut dilakukan sebagai salah satu prosedur pemeriksaan guna mengetahui apakah tersangka memiliki penyakit tersebut yang menyebabkan penembakan terjadi.
"Semua akan diperiksa sesuai dengan ilmunya masing-masing. Senjatanya akan kita periksa," terangnya.
"Luka penembakan harus kami periksa, berharap latar belakang surat-surat yang menyangkut yang diinginkan oleh tersangka ini," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan jika surat-surat yang berkaitan dengan latar belakang tersangka sudah berhasil ditemukan, pihaknya akan segera mengirimkan data tersebut ke Polda Lampung. Hal tersebut dikarenakan pelaku berdomisili Lampung.
"Kami meneliti, satu-satu kami akan mengirimkan personel kami ke Lampung," imbuhnya.
Selain berkoordinasi dengan Polda Lampung, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Densus 88 terkait dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris.
"Kami dalami. Apakah orang-orang ini ada dalam jaringan atau tidak. Kami juga akan koordinasi dengan Densus 88 apakah orang-orang ini ada dalam jaringan atau tidak, kami tidak berani menyimpulkan sekarang," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




