92 WNI Dievakuasi dari Myanmar, Dipaksa Kerja di Judi Online
Selasa, 25 Februari 2025 | 18:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akan segera mengevakuasi 92 warga negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Myawaddy, Myanmar. Para WNI ini sebelumnya menjadi korban penyekapan dan penyiksaan di wilayah konflik tersebut.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa mayoritas korban adalah pekerja migran yang tertipu oleh lowongan kerja palsu, yang akhirnya berujung pada eksploitasi di bisnis judi online ilegal.
"Sebanyak 92 WNI ini akan segera dievakuasi dan dipulangkan oleh KBRI dalam waktu dekat. Jumlah ini merupakan bagian dari 270 laporan yang masuk ke Kemlu, baik dari korban maupun keluarga mereka. Ini angka yang cukup besar," ujar Judha.
Berdasarkan data dari KBRI dan Bareskrim Polri, mayoritas 92 WNI yang dievakuasi ini awalnya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. Namun, setelah tiba di Myanmar, mereka justru dipaksa bekerja sebagai operator judi online ilegal, dengan ancaman kekerasan jika tidak memenuhi target.
Lebih mengkhawatirkan lagi, tidak semua dari mereka murni sebagai korban. Beberapa di antaranya diduga justru terlibat dalam sindikat TPPO, baik sebagai pelaku maupun perekrut aktif. "Ada yang direkrut sebagai korban, tetapi ada juga yang menjadi pelaku atau perekrut aktif dalam jaringan TPPO ini," tambah Judha.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang terdengar terlalu menggiurkan. Saat ini, 92 WNI yang dievakuasi sedang menjalani pendataan sebelum dipulangkan ke Indonesia. Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki jaringan perdagangan manusia yang terlibat dalam kasus ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




